Bogor, (27/3) – Balai POM di Bogor untuk pertama kalinya menerima *kunjungan* dari Anggota Komisi IX DPR RI *di Kantor Balai POM di Bogor. Pada Kamis, 27 Maret 2025 BPOM di Bogor menerima Kunjungan drh. H. Achmad Ru’yat, M.Si bersama tim dalam rangka meninjau efektivitas kinerja Balai POM di Bogor, terutama di tengah kebijakan efisiensi sesuai dengan Instruksi Presiden No 1 Tahun 2025, serta mengawasi progres perizinan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan pengawasan Pangan selama bulan Ramadhan. Kepala Balai POM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm, M.Si beserta jajaran menyambut langsung kedatangan Bpk. Achmad Ru’yat dan tim.
Efisiensi dan Pengawasan Pangan Ramadhan
Achmad Ru’yat memberikan apresiasi kepada Balai POM di Bogor atas kinerjanya dalam mengemban tugas yang mulia dalam pelaksanaan pengawasan Obat dan Makanan untuk melindungi masyarakat dari bahan berbahaya terutama pada produk Pangan dan Kosmetik. Beliau juga menyoroti dampak kebijakan efisiensi terhadap kinerja Balai POM di Bogor. Menanggapi hal ini, Jeffeta menyatakan bahwa efisiensi tidak berdampak signifikan selama ada penyesuaian mekanisme kerja. “Sebagian besar tugas kami tetap berjalan, terutama dalam pengawasan Obat dan Makanan,” ungkapnya. Ketersediaan Anggaran pada Balai POM di Bogor dioptimalkan untuk mendukung program kegiatan Penindakan, Pemeriksaan di Sarana Produksi dan Peredaran, Sertifikasi Cara Produksi yang Baik, Sampling, serta penyebaran Informasi dan Edukasi terkait Obat dan Makanan.
Khusus bulan Ramadhan, Balai POM di Bogor telah melakukan pengawasan Pangan Takjil di Jalan R3 Kota Bogor, Cirimekar Kabupaten Bogor, dan Kompleks Timah, Cimanggis, Kota Depok. Kegiatan ini meliputi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada pedagang Takjil, pengambilan Sampel dan Pengujian Pangan Takjil seperti bakso, tahu, mie kuning, dan minuman, untuk memastikan keamanan Pangan Takjil sebelum dikonsumsi.
Dukungan terhadap UMKM dan Perizinan Produk
Selain itu, Achmad Ru’yat menegaskan terhadap pentingnya perizinan edar bagi produk Industri Rumah Tangga agar memenuhi standar keamanan dan mutu. Beliau menekankan bahwa semua Pelaku Usaha harus mendapatkan perlakuan yang adil dan tidak boleh ada pilih kasih. Kepala Balai POM di Bogor menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya mempercepat proses perizinan dengan memberikan pendampingan kepada UMKM agar dapat memenuhi standar yang ditetapkan.
“Orang yang hebat adalah yang mampu mengubah eksternalitas sosial menjadi lebih baik, serta mengubah yang negatif menjadi positif,” ujar Achmad, menekankan pentingnya peran Balai POM di Bogor dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Membangun Sinergi Badan POM dan DPR
Di akhir pertemuan, Achmad Ru’yat berharap Badan POM menjadi “dream team” dalam menjaga keamanan Pangan nasional. Ia menekankan pentingnya kekompakan dan loyalitas tim dalam menjalankan program dari pimpinan. “Communication is the key. Komunikasi yang baik akan menjadi solusi dalam berbagai persoalan organisasi,” ujarnya. Selain itu Beliau juga mengingatkan bahwa menjaga kesehatan masyarakat adalah tugas mulia. “Jika manusia menjaga satu nyawa, maka seolah-olah sudah menjaga kehidupan manusia seluruhnya,” tuturnya.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan sinergi antara DPR dan Badan POM semakin kuat dalam memastikan keamanan Obat dan Makanan bagi masyarakat Indonesia.