Badan POM dan ITB Perkuat Kolaborasi, Dorong Hilirisasi Riset dan Kemandirian Industri Farmasi Nasional

30-04-2025 Balai POM di Bogor Dilihat 1517 kali

Bandung, (17/4) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat kemandirian industri farmasi nasional melalui kolaborasi erat dengan dunia akademik. Hal ini tercermin dalam rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Institut Teknologi Bandung (ITB), meliputi Public Lecture, kunjungan fasilitas pendidikan dalam program "Badan POM Goes To Campus", serta partisipasi pada Pengambilan Sumpah Apoteker.

Pada Public Lecture bertema "Kemandirian Industri Farmasi Lokal: Tantangan, Peluang, dan Peran Regulator dalam Mendorong Produksi Biosimilar" di Aula Barat ITB, Kepala Badan POM, Taruna Ikrar, menegaskan pentingnya peran regulator dalam mendorong inovasi dan produksi biosimilar di dalam negeri. Menyadari tantangan hilirisasi inovasi hasil riset, Badan POM mengembangkan strategi kolaboratif Academic–Business–Government (ABG) untuk membangun ekosistem riset yang berkelanjutan. Dalam paparannya, Taruna menyampaikan bahwa Badan POM memberikan pendampingan langsung kepada industri farmasi, mempercepat perizinan, serta memperbarui regulasi untuk mendorong pertumbuhan industri produk biologi nasional.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Irwan Meilano, menyambut baik kolaborasi ini. Dalam sambutan, beliau menyampaikan bahwa kemandirian Farmasi di negara sendiri sangat penting, dan ITB siap turut berperan dalam hal digitalisasi serta pengembangan dan penelitian berbasis bioteknologi. Melalui penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan regulasi yang adaptif, ITB berharap Badan POM dapat berperan sebagai fasilitator yang mendukung penelitian dan percepatan hilirisasi. 

Dalam kesempatan yang sama, melalui program "Badan POM Goes To Campus", Kepala Badan POM, Taruna Ikrar, bersama jajaran, meninjau langsung fasilitas pendidikan di Sekolah Farmasi ITB, seperti Laboratorium Bioteknologi, Laboratorium Drug Delivery System Research Institute, Apotek Pendidikan, dan Pojok Herbal. Kunjungan ini menunjukkan dukungan Badan POM dalam membina generasi muda untuk berperan aktif dalam pengawasan mutu produk Farmasi dan Pangan di Indonesia.

Pada acara Pengambilan Sumpah Apoteker ITB, Badan POM juga menegaskan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah dalam mencetak tenaga kefarmasian yang berkualitas dan berintegritas. Sebanyak 91 (sembilan puluh satu) Apoteker baru diambil sumpahnya, menandai kesiapan mereka untuk mendukung pengawasan Sediaan Farmasi dan Makanan di Tanah Air.

Diskusi Inovasi GROW untuk Hilirisasi Penelitian ITB

Menariknya, dalam sela-sela kunjungan tersebut, Kepala Balai POM di Bogor, Jeffeta Predeko Putra, juga melakukan diskusi intensif bersama pihak ITB membahas sinergi inovasi melalui program GROW (Green Research and Opportunities With Badan POM). Program GROW Badan POM berfokus pada percepatan hilirisasi penelitian berbasis inovasi ramah lingkungan, khususnya di sektor Farmasi dan Pangan.

Dalam diskusi tersebut, dibahas potensi kolaborasi antara GROW Badan POM dan penelitian unggulan ITB untuk mendukung pengembangan produk berbasis bioteknologi, memfasilitasi perizinan berbasis inovasi hijau, serta memperkuat kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis hasil riset. Jeffeta menegaskan bahwa Balai POM di Bogor siap menjadi mitra strategis dalam menjembatani hasil riset ITB agar bisa lebih cepat dalam hilirisasi dan komersialisasi, sehingga memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan ketahanan kesehatan nasional.

Dengan langkah ini, Badan POM mempertegas posisi strategisnya bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator inovasi nasional, sejalan dengan arahan pemerintah untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang mandiri di bidang kesehatan. -KAS-

Sarana