Bogor - Rabu (07/08/2024) Balai POM di Bogor menyelenggarakan kegiatan dengan mobil laboratorium keliling (mobling) ke SMPN 4 dan SMPN 6 Kota Bogor untuk melakukan pengambilan sampel jajanan di kantin sekolah, pengujian dengan tes kit dan penyuluhan terkait keamanan pangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Prioritas Nasional Pangan Jajanan untuk Anak Usia Sekolah di beberapa sekolah terpilih di Kota Bogor, termasuk SMPN 4, agar para siswa Generasi Z ini memperoleh pengetahuan yang dapat mengubah persepsi dan perilaku mereka dalam memilih pangan yang aman dan memperkirakan asupan kecukupan gizi dalam sehari yang diperoleh dari jajanan.
Bapak Warsadi, M.Pd. ,Kepala Sekolah SMPN 4, dan Sri Rejeki sebagai Kader sekolah SMPN 6 turut hadir untuk menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini agar para siswa dapat secara mandiri memilih jajanan yang aman baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Dengan adanya hasil sampling dan pengujian yang dilakukan akan memberikan keyakinan bahwa jajanan di kantin sekolah sudah aman untuk dikonsumsi. Pelaksanaan penyuluhan juga didukung oleh SAKA POM, kwartir cabang Pramuka Kota Bogor dengan kehadiran 3 (tiga) anggota Dewan saka POM Kwarcab Kota Bogor yang berasal dari SMAN 9 Kota Bogor serta dari SMK AK Nusa Bangsa yang turut berperan aktif memberikan informasi dan edukasi kepada para siswa.
Penyuluhan ini dikemas melalui pemutaran video dan penyampaian materi tentang mengenal bahaya pada pangan, cek KLIK, aplikasi BPOM Mobile, memilah antara infomasi yang benar atau hoaks, serta membaca informasi nilai gizi pada label. Selanjutnya dilakukan diskusi yang interaktif, praktek membaca label pada kemasan pangan dan menggunakan BPOM Mobile, serta permainan ular tangga keamanan pangan. Balai POM di Bogor juga memberikan penjelasan singkat cara pengujian dengan menggunakan tes kit untuk mengidentifikasi penggunaan bahan yang di larang pada pangan, seperti formalin, boraks, rhodamin B dan methanil yellow pada 20 sampel pangan yang disampling di kantin sekolah SMPN 4 dan 19 sampel pangan dari kantin sekolah SMPN 6 Kota Bogor. Hasil pengujian dengan test kit menunjukkan tidak ditemukan keempat bahan dilarang tersebut pada sampel jajanan seperti pempek, cireng, seblak, basreng, bakso, cilok, burger dll.