Bogor - Selasa (25/06) Balai POM di Bogor menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Kader Keamanan Pangan Desa 2024. Kegiatan dilaksanakan secara luring di Royal Padjajaran Hotel. Pada pertemuan dihadiri sebanyak 18 peserta yang terbagi menjadi Kader Keluarga, Kader Masyarakat, Kader Sekolah. Kegiatan ini merupakan tahapan setelah pelaksanaan Advokasi.
Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan Kader Keamanan Pangan yang aktif dengan memiliki rencana program keamanan pangan yang mandiri, sehingga melalui kegiatan mereka mampu untuk memberikan pengaruh pada lingkungan mereka.
Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Kepala Balai POM di Bogor yang diwakilkan oleh Nur Hasanah Adnani, S.Si., Apt. selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai POM di Bogor. “Desa serta seluruh lapisan masyarakat juga turut menentukan keberhasilan dari program ini (Desa Pangan Aman) hingga dapat dirasakan dampak dan manfaatnya,” ujarnya.
“Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan Desa dan Kelurahan Pangan Aman karena dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat untuk dapat berpartisipasi aktif,” tegasnya.
Dalam kegiatan ini para peserta mendapatkan materi-materi yang menjadi bekal mereka saat mengimplementasikan dalam lingkungan mereka. Pada kegiatan Balai POM di Bogor tidak bergerak sendiri, namun berkolaborasi dengan OPD setempat dan dinas terkait seperti DInas Kesehatan Kota Bogor. Melalui kegiatan pada peserta mendapatkan pemaparan dari narasumber yang telah disediakan oleh Balai POM di Bogor.
Adapun materi yang dipaparkan adalah Pedoman Pelaksanaan Program Desa Pangan Aman oleh Krisna Ayu Setiawati, S.Si. Dilanjutkan dengan 5 Kunci Keamanan Pangan untuk Keluarga, Ritel dan Pangan Siap Saji oleh Nur Hasanah Adnani, S.Si.,Apt. Disambung Mencegah dan Menangani Keracunan Pangan oleh Wawan Gunawan, S.Farm., Apt. Kemudian diisi dengan paparan terkait aplikasi BPOM Mobile oleh Lu’lu’atul Khodijah, S.K.M. Dilanjutkan Pencegahan Stunting dan Gula Garam Lemak (GGL) oleh Krisna Ayu Setiawati, S.Si. Ditutup oleh praktik penggunaan tes kit dipandu oleh Suci Tresnasari, S.K.M.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan kader ini dapat membawa manfaat bukan hanya bagi diri pribadi juga bagi keluarga dan orang lain sehingga bisa menciptakan lingkungan dengan pangan aman bagi kita semua.