Depok, Senin (24/08/2026) — Senin yang cerah menjadi semakin bermakna ketika Balai POM di Bogor hadir berbagi bersama anak-anak penghafal Al-Qur’an di Panti Asuhan Al Hayya Ummi Zaki, Cipayung, Depok. Melalui kegiatan Bakti Sosial serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), Balai POM di Bogor tidak hanya berbagi kepedulian, tetapi juga menghadirkan pengetahuan tentang keamanan obat dan makanan bagi generasi penerus bangsa.
Kegiatan ini merupakan sinergi KORPRI Balai POM di Bogor, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balai POM di Bogor, dan AOC Balai POM di Bogor. Kolaborasi tersebut menjadi wujud komitmen untuk menghadirkan edukasi obat dan makanan yang inklusif serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak di lingkungan panti asuhan.
Dalam sambutannya, Kepala Balai POM di Bogor, Henry Handoyo, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan berbagi merupakan bagian dari kontribusi bersama seluruh pegawai Balai POM di Bogor kepada masyarakat.
“Kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari kontribusi bersama pegawai Balai POM di Bogor. Pada kesempatan ini, kami juga melaksanakan KIE untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa agar mampu memilih dan mengonsumsi obat dan makanan yang aman,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian, dalam kegiatan tersebut diserahkan sejumlah bantuan berupa donasi uang, sembako, dan pakaian layak pakai. Sekitar 80 anak dari tingkat SD, SMP dan SMA tinggal dan belajar di panti tersebut, dengan rentang usia mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, bahkan terdapat pula anak usia bayi. Kehadiran Balai POM di Bogor disambut dengan penuh antusias dan keceriaan oleh para penghuni panti.
Tidak berhenti pada kegiatan berbagi, Balai POM di Bogor juga menghadirkan edukasi mengenai cara cerdas memilih dan mengonsumsi obat dan makanan. Dalam sesi KIE, Taufik Sanubari, S.T., mengajak adik-adik mengenal prinsip Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa, serta pentingnya memastikan produk yang dikonsumsi aman dan sesuai ketentuan.
Selain Cek KLIK, peserta juga diperkenalkan dengan Cek BEBAS (Bentuk, Bau, Warna dan Rasa) sebagai langkah sederhana dalam memilih pangan yang aman. Para peserta diajak untuk lebih peka terhadap kondisi makanan dengan memperhatikan bentuk, bau, warna, dan rasa. Apabila terdapat perubahan yang tidak wajar, seperti bentuk yang rusak, bau yang menyimpang, warna yang tidak semestinya, atau rasa yang mencurigakan, Balai POM di Bogor mengimbau untuk tidak mengonsumsi produk tersebut.
Edukasi juga mencakup pentingnya menggunakan obat secara bijak dan sesuai ketentuan. Adik-adik dan pengurus panti diingatkan agar tidak mengonsumsi obat secara sembarangan, selalu memperhatikan aturan penggunaan, serta tidak menyalahgunakan obat tertentu yang penggunaannya dibatasi dan diawasi. Salah satu yang turut ditekankan adalah tramadol, yang tidak boleh digunakan secara sembarangan dan harus digunakan sesuai ketentuan serta pengawasan tenaga kesehatan.
Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan keseharian peserta. Diharapkan, edukasi yang diberikan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan untuk menjadi konsumen yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam memilih serta menggunakan obat dan makanan.
Antusiasme terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Para adik dan pengurus panti aktif menyampaikan berbagai pertanyaan, salah satunya mengenai keamanan kosmetik dan bagaimana masih dapat ditemukan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya meskipun pengawasan telah dilakukan oleh BPOM.
Pertanyaan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pengawasan obat dan makanan merupakan upaya bersama. Masyarakat memiliki peran penting sebagai konsumen cerdas dengan memastikan produk yang digunakan memenuhi ketentuan serta berani melaporkan apabila menemukan produk yang mencurigakan atau tidak memenuhi persyaratan.
Senyum ceria dan semangat para adik penghafal Al-Qur’an menjadi penutup kegiatan. Balai POM di Bogor meyakini bahwa mereka merupakan bagian dari generasi emas Indonesia yang tidak hanya memiliki bekal ilmu agama, tetapi juga dapat menjadi pionir dalam menyebarkan pengetahuan tentang keamanan obat dan makanan di lingkungan keluarga dan masyarakat.Dari Cipayung, Depok, pesan itu terus dibawa: berbagi memberi arti, edukasi menumbuhkan keberanian, dan Balai POM di Bogor hadir tanpa ragu untuk masyarakat. (SA)