Bogor. Kamis (20/08/26) - Dalam rangka memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba dan obat-obat tertentu, Balai POM di Bogor turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan Pengaderan Penyuluh Pemuda Anti Narkoba yang diprakarsai oleh Dinas Pemuda dan Olahraga pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Hotel Mega, Jalan Raya Puncak KM 75, Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 70 peserta pemuda Indonesia yang berasal dari berbagai kelompok dan organisasi kepemudaan. Para peserta dipersiapkan untuk menjadi penyuluh pemuda anti narkoba yang mampu berperan aktif dalam memberikan edukasi dan membangun kesadaran di lingkungan masing-masing.
Dalam kegiatan ini, Balai POM di Bogor hadir sebagai narasumber dengan menyampaikan materi mengenai pencegahan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) melalui program ToT CEPOT (Training of Trainer Cegah Penyalahgunaan Obat dan Makanan Terlarang). Materi diberikan sebagai upaya membekali para calon penyuluh dengan pengetahuan dan kemampuan komunikasi yang dapat digunakan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut Aksi Nasional Cegah Penyalahgunaan Obat Obat Tertentu yang diprakarsai Balai POM di Bogor pada tanggal 18 Mei 2026 di Universitas Pertahanan.
Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam menyampaikan berbagai pertanyaan dan berdiskusi mengenai permasalahan penyalahgunaan obat yang dapat terjadi di lingkungan generasi muda. Interaksi yang berlangsung menunjukkan adanya kepedulian dan komitmen pemuda untuk turut mengambil peran dalam upaya pencegahan penyalahgunaan obat.
Melalui kegiatan ini, Balai POM di Bogor terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, khususnya organisasi kepemudaan, dalam membangun generasi muda yang cerdas, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan obat. Diharapkan para peserta dapat menjadi penyuluh yang mampu menyebarluaskan informasi yang benar serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung masa depan generasi muda. (SPAM)