Balai POM di Bogor Bersama BRIN Perkuat Sinergi Hilirisasi Inovasi Melalui Rapat Koordinasi Tindak Lanjut GROW BPOM

26-01-2026 Balai POM di Bogor Dilihat 271 kali

Bogor (15/01/2026) – Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bogor menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Hasil Kegiatan GROW BPOM (Green Research and Opportunities With BPOM) dan Asistensi Regulasi secara daring pada Rabu, 15 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menindaklanjuti peminatan pelaku usaha terhadap produk inovasi hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), khususnya sebelum memasuki tahap transfer teknologi.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Kepala Balai POM di Bogor yang diwakili oleh Ketua Tim Pemeriksaan, Alvian Dumingan, S.Farm., Apt., M.Farm., Eva Nikastri, STP., M.Si, selaku Ketua Tim Informasi dan Komunikasi (Infokom) dan Shanty Sarah, S.Si., Apt., M.A.B. selaku Ketua Tim Sertifikasi. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan BRIN khususnya dari tim Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri IV (Kesehatan) BRIN, jajaran Balai POM di Bogor, serta pelaku usaha peserta kegiatan GROW BPOM

Dalam sambutannya, Alvian Dumingan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rapat koordinasi serta menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Balai POM di Bogor dalam mendukung kebijakan Badan POM untuk mendorong pemanfaatan dan hilirisasi hasil riset dan inovasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM, khususnya pada sektor kosmetik, obat bahan alam, dan teknologi kesehatan.

Melalui inisiatif GROW-BPOM, Balai POM di Bogor berupaya membangun kolaborasi yang sinergis antara regulator, peneliti, dan pelaku usaha agar hasil riset dan inovasi dapat dimanfaatkan secara nyata oleh industri dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, mutu, dan kemanfaatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama antara BPOM dan BRIN dalam mengidentifikasi serta mengonfirmasi peminatan pelaku usaha terhadap produk inovasi hasil riset BRIN.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Bapak Eko Purwito Hidayat, M.Si., selaku perwakilan BRIN. Disampaikan bahwa keberhasilan kolaborasi tidak hanya diukur dari outcome, tetapi juga dari output dan dampak yang dihasilkan. BRIN menyambut baik sinergi yang telah terbangun dengan BPOM dan menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kolaborasi lintas sektor. Pasca pelaksanaan GROW BPOM Workshop Series 4 dan 6, tercatat peminatan dari 16 pelaku usaha kosmetik dan 7 pelaku usaha obat bahan alam, di mana beberapa pelaku usaha telah melakukan pertemuan inisiasi awal, meskipun tindak lanjut teknis masih perlu terus didorong.

Eva Nikastri menyampaikan bahwa kegiatan GROW BPOM didukung oleh dua inovasi Balai POM di Bogor, yaitu PINTAR UMKM (Pendampingan Seputar UMKM) dan Sister BPOM Bogor (Asisten Regulasi Balai POM di Bogor), yang diharapkan dapat menjadi sarana pendekatan dan fasilitasi dalam menindaklanjuti hasil kegiatan.

Melalui diskusi yang intensif, pelaku usaha didampingi perwakilan dari Balai POM di Bogor dan BRIN, untuk memastikan konfirmasi terhadap komitmen 9 (sembilan) pelaku usaha dalam pengembangan dan hilirisasi produk inovasi, kesiapan dalam proses hilirisasi, serta kendala yang dihadapi. Seluruh hasil diskusi dan masukan dari pelaku usaha dicatat sebagai bahan tindak lanjut dan akan dipertemukan dengan peneliti BRIN sesuai dengan komoditas dan kebutuhan masing-masing.

Rapat koordinasi ditutup dengan penegasan komitmen untuk terus memperkuat sinergi BPOM–BRIN–pelaku usaha dalam rangka mewujudkan hilirisasi inovasi yang terencana, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Tindaklanjut berupa pendalaman teknis serta fasilitasi pertemuan dengan peneliti BRIN. Seluruh hasil kesepakatan dituangkan dalam Berita Acara sebagai dasar koordinasi dan tindak lanjut kerja sama selanjutnya. (TS)

Sarana