Balai POM di Bogor Dukung Hilirisasi Inovasi Pangan Fungsional Melalui FGD Bersama LKST IPB

14-10-2025 Balai POM di Bogor Dilihat 225 kali

Bogor-Senin (13/10/2025) Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bogor berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pangan Fungsional yang diselenggarakan oleh Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) Institut Pertanian Bogor (IPB) di Science Techno Park (STP) IPB Taman Kencana, Bogor. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah untuk memperkuat ekosistem inovasi pangan fungsional yang aman, bermanfaat, dan berdaya saing.

Kegiatan dibuka oleh Kepala LKST IPB, Prof. Dr. Ir. Erika Budiarti Laconi, MS, yang menyampaikan bahwa LKST memiliki peran strategis sebagai penghubung antara hasil riset IPB dengan pihak industri. “LKST ditugaskan untuk mencarikan jodoh antara hasil penelitian IPB dengan dunia industri, agar karya inovasi dapat dimanfaatkan secara luas dengan perlindungan kekayaan intelektual yang memadai,” ujarnya. Hingga saat ini, 30% inovasi IPB telah berhasil dikomersialisasikan, salah satunya produk Glucodiac yang telah diadopsi oleh SOHO. Prof. Erika juga menekankan pentingnya kerja sama dengan BPOM untuk memastikan aspek legalitas produk sebelum dipasarkan.

FGD menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Prof. Rokhani Hasbullah (Wakil Kepala LKST Bidang Inkubator Bisnis), Prof Tri Prartono (Wakil Kepala Bidang Pengembangan Inovasi), Prof. Luhur (Kepala BST), Prof. C Hanny Wijaya (Guru Besar IPB), Suseno Hadi Purnomo, M.B.A (Food Review Indonesia), dan Eva Nikastri, STP, M.Si (PFM Ahli Madya Balai POM di Bogor). Moderator kegiatan adalah M. Hendra Wibowo, Asisten Bidang Kemitraan Industri LKST IPB. Diskusi membahas peluang, tantangan, serta dukungan regulasi terhadap inovasi pangan fungsional di Indonesia.

Dalam paparannya, perwakilan Balai POM di Bogor menjelaskan tujuh program strategis BPOM yang mendukung inovasi dan hilirisasi produk pangan, antara lain fasilitasi regulasi, pendampingan izin edar dan penerapan CPPOB, Program Orang Tua Angkat (OTA), inisiatif jemput bola pemberian izin edar, pendampingan hilirisasi dan komersialisasi, mitigasi regulasi novel food, penguatan UMKM, serta pemanfaatan laboratorium UPT. Balai POM juga memperkenalkan inovasi digital GROW, sistem digitalisasi pertama di bidang hilirisasi riset obat dan makanan yang dapat dimanfaatkan UMKM secara gratis. Melalui sinergi ini, IPB dan Balai POM di Bogor berkomitmen untuk memperkuat pengawasan pangan fungsional sekaligus mempercepat komersialisasi inovasi berbasis riset nasional.-SS-

Sarana