Depok (24/09/25) – Balai POM di Bogor kembali menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Keamanan Pangan untuk Kader Keamanan Pangan Sekolah Batch 2 Tahun 2025. Bimtek dilaksanakan secara luring, bertempat di SMA Yapan Indonesia Kota Depok. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian siswa terhadap pentingnya keamanan pangan, khususnya pangan jajanan anak sekolah (PJAS).
Bimtek dihadiri oleh Kader Keamanan Pangan senior dan junior SMA Yapan Indonesia. Kegiatan dibuka oleh sambutan Kepala Balai POM di Bogor dan/atau yang mewakili, dilanjutkan dengan sesi pre test dan pengisian kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku sebagai bagian dari evaluasi awal sebelum intervensi.
Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan, mulai dari sesi pemaparan materi hingga tanya jawab. Pada sesi materi, narasumber menyampaikan berbagai topik penting, antara lain:
a. Kebijakan Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS),
b. Tips Mengenal dan Memilih Pangan Aman dengan 5 Kunci Keamanan Pangan dan Cek 4 Bebas,
c. Pemanfaatan ING, Cek KLIK, dan BPOM Mobile,
d. Pemutaran video animasi PJAS “Memilih Pangan Jajanan Aman di Sekolah” dan “Pasti Jajan Sehat”,
e. Pemutaran video edukasi “Cek 4 Bebas”,
f. Pentingnya Implementasi Keamanan Pangan di Kantin Sekolah, dan
g. Peran Kader Keamanan Pangan Sekolah.
Kegiatan bimtek ditutup dengan pengisian post-test dan kuesioner kepuasan peserta, serta menerima bahan informasi keamanan pangan sekolah sebagai media edukasi.
Selain sosialisasi, dilakukan juga pengawasan terhadap makanan dan minuman yang dijual di kantin sekolah, khususnya terkait penggunaan staples pada kemasan pangan, jenis kemasan yang digunakan, serta kelayakan penyajian jajanan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah potensi risiko bahaya fisik maupun kimia pada pangan yang dikonsumsi siswa.
Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. “Kami sangat berterima kasih kepada BPOM Bogor yang telah memberikan edukasi pada bimtek ini. Kami berharap seluruh warga sekolah dapat bersama-sama menjaga keamanan pangan demi kesehatan dan masa depan anak-anak”. Beliau berharap seluruh komunitas sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga pedagang kantin, dapat berperan aktif dalam menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan. Dengan penerapan yang konsisten, diharapkan lingkungan sekolah menjadi lebih sehat dan risiko stunting dapat ditekan sejak dini.
Melalui kegiatan ini, Balai POM di Bogor berharap kader keamanan pangan sekolah dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, membantu mewujudkan jajanan yang aman, bermutu, dan bergizi bagi seluruh siswa. (ST)