Balai POM di Bogor Gelar Rapat Persiapan ToT CEPOT untuk Perkuat Pencegahan Penyalahgunaan Obat dan Makanan Terlarang

03-03-2026 Balai POM di Bogor Dilihat 60 kali

(Bogor – 03/03/2026) Dalam upaya memperkuatpengawasan serta mencegah penyalahgunaan obat dan makanan terlarang, Balai Pengawas Obat dan Makanan di Bogor menggelar rapat persiapan kegiatan Training of Trainer Cegah Penyalahgunaan Obat dan MakananTerlarang (ToT CEPOT) pada Selasa (03/03/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan melibatkan berbagai pemangku kepentinganlintas sektor.

Peserta yang hadir dalam kegiatan rapat persiapan ToTCEPOT tersebut berasal dari berbagai unsur strategislintas sektor. Perwakilan yang mengikuti kegiatan iniantara lain pimpinan Danone Indonesia, Ketua GabunganPerusahaan Farmasi Indonesia Jawa Barat, KetuaGabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Bogor, KetuaGabungan Pengusaha Jamu Jawa Barat, serta KetuaGabungan Produsen Makanan dan Minuman SeluruhIndonesia.

Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh jajaran dari BalaiPengawas Obat dan Makanan di Bogor sebagaipenyelenggara, yang berperan dalam memfasilitasidiskusi serta merumuskan langkah strategis pelaksanaanToT CEPOT ke depan

Rapat ini merupakan bagian dari komitmen Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam meningkatkankeamanan obat dan makanan, sekaligus memperkuatsinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan organisasiprofesi. Sejumlah undangan yang hadir berasal dariperwakilan industri farmasi, makanan dan minuman, hingga produsen jamu di wilayah Jawa Barat.

Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, menyampaikan bahwa kegiatan inibertujuan untuk menyusun konsep pelaksanaan ToTCEPOT yang efektif dan berdampak luas. Selain itu, rapatjuga membahas pembagian peran masing-masing pihakserta strategi implementasi ke depan.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalamupaya pencegahan penyalahgunaan obat dan makananterlarang. Melalui ToT CEPOT, diharapkan akan lahir para trainer yang mampu mengedukasi masyarakat secaraberkelanjutan,” ujarnya.

Peserta rapat memberikan berbagai masukan terkaitdesain pelatihan, metode penyampaian materi, sertatarget sasaran kegiatan. Diskusi juga menekankanpentingnya pendekatan edukatif dan partisipatif agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara efektifoleh masyarakat.

Ke depan, hasil rapat ini akan menjadi dasar dalampenyelenggaraan ToT CEPOT yang diharapkan mampumeningkatkan kesadaran masyarakat serta memperkuatsistem pengawasan berbasis komunitas.

Dengan adanya kegiatan ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Balai Pengawas Obat dan Makanan di Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam melindungimasyarakat dari risiko penyalahgunaan obat dan makananterlarang, sekaligus mendorong terciptanya lingkunganyang aman dan sehat. (TS)

Sarana