Balai POM di Bogor Gelar Sosialisasi Keamanan Pangan untuk Perluasan Sekolah PJAS Aman 2025

23-04-2025 Balai POM di Bogor Dilihat 1553 kali

Bogor, (22/4) - Dalam upaya memperluas cakupan Sekolah terhadap PJAS (Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah) Aman, Balai POM di Bogor menyelenggarakan Sosialisasi Keamanan Pangan secara daring melalui Zoom Meeting pada hari Selasa tanggal 22 April 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 168 (seratus enam puluh delapan) peserta, terdiri atas guru dan siswa dari berbagai jenjang pendidikan meliputi SD, SMP, SMA/SMK, serta SLB di Kabupaten dan Kota Bogor yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten Bogor dan Kepala Cabang Dinas Wilayah I dan II Provinsi Jawa Barat, serta dihadiri juga oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan, Kantor Cabang Dinas Wilayah I Provinsi Jawa Barat, dan Puskesmas Kota Batu.

Kepala Balai POM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm, Apt, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pangan yang aman, bermutu, dan bergizi merupakan pondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya Keamanan Pangan di lingkungan sekolah, mengingat pangan jajanan siswa tidak hanya berasal dari dalam, tetapi juga dari penjaja di sekitar sekolah.

"Lingkungan sekolah menjadi tempat strategis dalam memastikan asupan Pangan anak-anak kita aman dan bergizi. Dengan keterlibatan aktif komunitas sekolah dan dukungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kita bisa menanamkan budaya keamanan Pangan sejak dini," ujar Jeffeta.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk:

●        Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman komunitas sekolah tentang pangan aman;

●        Mensosialisasikan pentingnya memperhatikan informasi nilai gizi pada Pangan Olahan; serta

●        Mendorong komunitas sekolah untuk menerapkan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum mengonsumsi produk Pangan.

Dalam sesi pemaparan, 3 (tiga) narasumber dari Balai POM di Bogor menyampaikan materi sebagai berikut:

●        Nur Hasanah Adnani, membahas tentang pengenalan bahaya keamanan pangan;

●        Krisna Ayu Setiawati, memperkenalkan konsep 5 (lima) Kunci Keamanan Pangan, dan

●        Eva Nikastri, memberikan tips konsumsi pangan aman berdasarkan Informasi Nilai Gizi, penggunaan aplikasi BPOM Mobile, serta penerapan prinsip Cek KLIK.

Untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, dilakukan pre-test sebelum materi disampaikan, dan post-test setelah sesi materi. Kegiatan juga diselingi dengan sesi ice breaking dan diskusi panel interaktif, yang menambah semangat para peserta.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berjalan aktif sepanjang acara. Salah satu peserta, Heti Pujiyastuti, S.Pd, guru dari SMK 01 Cariu, memberikan apresiasi dan masukan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang Pangan Aman di lingkungan sekolah dan mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang sehat. Heti juga menekankan pentingnya penerapan program Kantin Sehat dengan pengawasan ketat terhadap jajanan yang dijual sebagai bentuk konkret budaya Keamanan Pangan di sekolah.

Melalui kegiatan ini, Balai POM di Bogor berharap dapat membentuk komunitas sekolah yang lebih mandiri dalam menjaga keamanan pangan, sekaligus berkontribusi dalam menurunkan angka stunting dan mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Untuk mendukung upaya tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh, namun juga berperan aktif sebagai perpanjangan tangan Badan POM dalam mengedukasi komunitas sekolah dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya penerapan prinsip-prinsip Keamanan Pangan.

Sarana