Depok – Jumat (17/05) - SEDAP (Silahturahmi, Diskusi, dan Edukasi dengan Aparatur Pemerintah) Balai POM di Bogor hadir pada Lebaran Depok 2024 untuk melakukan Pengawasan Pembinaan UMKM Kuliner. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Depok, Balai POM di Bogor melakukan pengujian sampel pangan yang dijual di berbagai stand UMKM.
Bertempat di Alun-alun GDC Kota Depok, puluhan sampel yang diduga mengandung bahan berbahaya diuji. Diantaranya cilok, tahu gejrot, bakso, mie kuning, berbagai macam kerang, ketupat dan pop corn. Pengujian dilakukan terhadap 4 (empat) parameter bahan berbahaya yaitu formalin, boraks, Rhodamin B dan Methanil Yellow dengan menggunakan rapid test kit.
Selain pengujian, Balai POM di Bogor membuka stand konsultasi bagi masyarakat khususnya pelaku usaha. Layanan pengaduan dan informasi Obat dan Makanan diberikan kepada masyarakat. Pelaku usaha yang hadir mayoritas membutuhkan informasi mengenai pendaftaran izin edar BPOM khususnya produk pangan. Diberitahukan bahwa produk-produk ready to drink dan f rozen food wajib memiliki izin edar BPOM. Sehingga bagi pelaku usaha yang memproduksi pangan tersebut diharapkan berkomitmen untuk naik kelas.
Pelaku usaha yang mendapatkan layanan informasi mengaku senang dan puas. “Produk kami sudah memiliki izin edar P-IRT, namun karena akan menggunakan klaim gluten free diarahkan untuk mendaftar izin edar BPOM RI MD oleh Dinas Kesehatan Kota Depok. Alhamdulillah BPOM hadir di GDC jadi kami tidak perlu jauh-jauh untuk berkonsultasi,” ujar Rini – salah satu pelaku usaha.
Pada acara Lebaran Depok 2024 ini dimeriahkan dgn kehadiran beberapa wali kota antara lain wali kota dari Cilegon, Pekalongan, Sukabumi, serta Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, selain itu turut hadir perwakilan Direktur Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan berbagai kota lainnya.
Pada kesempatan yang sama Kepala Balai POM di Bogor Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm., M.Si beserta tim melakukan audiensi dihadapan Pejabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin, S.E., M.T dan Wali Kota Depok Dr. K.H. Mohammad Idris, Lc., MA membahas upaya pemberantaaan obat-obatan ilegal yang marak disalahgunakan untuk pemerkosaan serta perluasan kerja sama Kota Depok dan badan POM. Pada momen tersebut Kepala Balai POM di Bogor juga mendampingi Wali Kota Depok, Wali Kota Cilegon, Wali Kota Pekalongan, Walikota Sukabumi yang sekaligus menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat dan Direktur APEKSI selama acara.
Balai POM di Bogor berkomitmen mengawal keamanan produk Obat dan Makanan yang beredar serta memberikan pelayanan prima bagi masyarakat khususnya di wilayah Kota Depok, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.