Depok, 18 November 2025 - Balai POM di Bogor melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) Program Prioritas Nasional (Pro PN) Pangan Aman tahun 2025 di Kota Depok pada tanggal 18 November 2025. Kegiatan yang digelar di kantor Balai Kota Depok ini bertujuan menilai capaian dan efektivitas program Desa Pangan Aman, Sekolah dengan Pangan Jajan Anak Usia Sekolah (PJAS) Aman, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) Tahun 2025.
Pembukaan disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Nina Suzanna, S.Sos, M.Si., yang menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi prioritas Kota Depok dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dan menurunkan stunting.
Kepala Balai POM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm, M.Si., memaparkan hasil capaian program, termasuk meningkatnya pengetahuan masyarakat, penguatan kader, serta kemajuan kategori keamanan pangan di sekolah dan pasar. Dalam paparannya, ia juga menekankan pentingnya edukasi konsumen melalui gerakan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) serta penerapan Cek BEBAS (Bentuk, Bau, Warna, dan Rasa) sebagai bagian upaya pencegahan peredaran pangan yang tidak memenuhi ketentuan. Kedua gerakan ini diharapkan semakin menguatkan kesadaran masyarakat dalam memilih pangan yang aman. Dalam kesempatan ini, diberikan penghargaan kepada Kelurahan Sukatani, Pasar Sukatani, dan empat sekolah penerima sertifikat PJAS Aman tahun 2025 yaitu SDN RRI Cisalak, SMPN 11 Sukatani, SDIT Miftahul Ulum Cinere dan SMA Yapan Indonesia Sawangan.
Kelurahan Sukatani juga mempresentasikan inovasi PANDAN SAKTI (Pangan Aman dan Dapur Anak Sehat Kelurahan Sukatani) yang dinilai efektif dalam edukasi pangan aman dan pencegahan stunting. Diskusi lintas sektor menunjukkan tingginya komitmen organisasi perangkat daerah (OPD) dalam memperluas kolaborasi dan pengawasan pangan di masyarakat.
Hasil Monev mencatat peningkatan status Pasar Sukatani menjadi kategori “baik” serta seluruh sekolah target berhasil meraih sertifikat PJAS Aman.
Balai POM di Bogor merekomendasikan replikasi program, penguatan kader, optimalisasi anggaran daerah, serta peningkatan pengawasan post-market. Balai POM di Bogor menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Depok dalam mewujudkan ekosistem pangan aman dan berkelanjutan. (ST)