Balai POM di Bogor Laksanakan Monev Program Prioritas Nasional Pangan Aman Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Bogor

08-10-2026 Balai POM di Bogor Dilihat 27 kali

Kabupaten Bogor (06/10) – Balai POM di Bogor melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Prioritas Nasional (Pro PN) Pangan Aman Tahun 2026 di Kabupaten Bogor, Selasa (6/10). Bertempat di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, kegiatan ini bertujuan mengevaluasi capaian dan efektivitas pelaksanaan program Desa Pangan Aman, Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK).

Kegiatan dibuka oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, SSos.. Dalam sambutannya, Yudi menyampaikan bahwa pembudayaan keamanan pangan merupakan proses membangun kebiasaan yang dapat membentuk karakter masyarakat yang sehat. Upaya tersebut membutuhkan edukasi yang memadai dan kolaborasi melalui lima pilar, yaitu Pemerintah, Pelaku Usaha, Masyarakat, Akademisi, dan Media. Ia berharap program dapat dikembangkan secara bertahap sehingga menjangkau sasaran yang lebih luas dan berkelanjutan.

Kepala Balai POM di Bogor, Henry Handoyo, S.Si., M.Si., memaparkan capaian program yang meliputi peningkatan pengetahuan masyarakat, penguatan kapasitas kader keamanan pangan, serta kemajuan penerapan keamanan pangan di sekolah dan pasar. Henry menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program, serta mendorong agar keamanan pangan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan, tetapi menjadi kebiasaan di masyarakat, budaya di sekolah, dan praktik yang diterapkan secara konsisten di pasar.

Sebagai bentuk apresiasi atas pelaksanaan program, Balai POM di Bogor menyerahkan penghargaan kepada Desa Tugu Selatan, Pasar Cisarua, serta tiga sekolah penerima sertifikat Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan Tahun 2026, yaitu SDN Muara Beres Karadenan, SMK Negeri 1 Cibinong, dan SMA Negeri 2 Cibinong.

Pada sesi paparan, Helviani Rahmawati, Kader Sekolah Desa Tugu Selatan, menyampaikan kinerja Tim Keamanan Pangan Desa Tugu Selatan. Selanjutnya, Dewi Quraisyn, perwakilan Tim Keamanan Pangan Desa sekaligus perwakilan Kepala Desa Tugu Selatan, memaparkan Rencana Aksi Desa Tugu Selatan Tahun 2026 dan 2027 sebagai langkah tindak lanjut untuk memperkuat keberlanjutan program keamanan pangan di desa.

Diskusi lintas sektor memperlihatkan komitmen berbagai pihak dalam memperkuat kolaborasi dan pengawasan keamanan pangan. Sejumlah tantangan masih ditemukan, antara lain keterbatasan anggaran, pengadaan test kit, dan padatnya kegiatan belajar mengajar. Balai POM di Bogor mendorong agar materi keamanan pangan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran, memanfaatkan bahan ajar yang tersedia, serta melakukan replikasi edukasi oleh sekolah dan kader melalui berbagai media.

Kantor Cabang Dinas (KCD) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program dan peran Balai POM di Bogor dalam memperkuat pembudayaan keamanan pangan di satuan pendidikan. Keduanya juga mendorong agar praktik baik yang telah diterapkan dapat direplikasi dan diduplikasi oleh satuan pendidikan lainnya, sehingga manfaat program dapat menjangkau wilayah yang lebih luas, termasuk satuan pendidikan di wilayah terjauh Kabupaten Bogor.

Dukungan juga disampaikan oleh DPMPTSP, Dinas Ketahanan Pangan, dan Pasar Tohaga, termasuk dalam mendorong pendaftaran SPP-IRT dan peningkatan partisipasi dalam program keamanan pangan.

Hasil Monev menunjukkan bahwa seluruh sekolah sasaran berhasil meraih sertifikat Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan, Pasar Cisarua meraih sertifikat Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK), dan Desa Tugu Selatan meraih sertifikat Desa Pangan Aman Tahun 2026.

Sebagai tindak lanjut, Balai POM di Bogor merekomendasikan replikasi dan duplikasi program, penguatan kapasitas kader, optimalisasi dukungan anggaran daerah, serta peningkatan pengawasan post-market. Balai POM di Bogor berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dan seluruh pemangku kepentingan guna memperluas jangkauan program serta mewujudkan ekosistem pangan yang aman, sehat, dan berkelanjutan. (ST)

Sarana