Bogor-Senin (03/11/2025) Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bogor berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) mitra PUTOI-TIK untuk pengembangan bisnis air kemasan sebagai bagian dari Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi (PRPTNV) Politeknik Negeri Jakarta 2025. Kegiatan ini membuka peluang bagi PTNV Politeknik Negeri Jakarta untuk mengembangkan bisnis air kemasan yang berkualitas dan aman bagi masyarakat.
FGD menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain LPK PT Usaha Mandiri Teknik untuk memaparkan materi "Standarisasi Kompetensi dan Skema Sertifikasi untuk Mendukung Kebutuhan Industri", PT. Nidha Cipta Edotama untuk materi "Pengembangan Modul Pelatihan Industrial Automation Berbasis SCADA dan IoT untuk Meningkatkan Kesiapan Tenaga Vokasi", Jawara Depok untuk memberikan "Kiat UMKM dalam Membangun Brand dan Pemasaran Produk", PT Sanitra Sapta Utama untuk menyampaikan "Peluang dan Tantangan Pengembangan Bisnis Produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)", PT. LRT Jakarta untuk materi "Kebutuhan Kompetensi di Industri", dan Balai POM di Bogor sebagai pemateri "Regulasi dan Persyaratan Izin Edar Produk AMDK".
Dalam paparannya, Balai POM di Bogor menjelaskan skema pendaftaran pangan olahan yang meliputi tahapan-tahapan yang perlu disiapkan untuk mendaftarkan sarana produksi melalui website e-sertifikasi.pom.go.id dan pendaftaran izin edar melalui ereg-rba.pom.go.id. Skema ini diperlukan untuk menciptakan ketertiban bagi pengusaha di bidang pangan olahan agar produk yang hendak diedarkan aman untuk masyarakat