Balai POM di Bogor Perkuat Kompetensi SDM Melalui Bimbingan Teknis Uji Antara Spektrofotometri

15-04-2026 Balai POM di Bogor Dilihat 115 kali

Bogor (14/06/2026) - Balai POM di Bogor terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia laboratorium melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis Uji Antara Spektrofotometri yang diselenggarakan di Gedung Laboratorium Balai POM di Bogor pada hari Selasa tanggal 04 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pengujian mutu Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan, seiring tuntutan standar analisis yang semakin ketat dan berbasis ilmiah.

Metode Spektrofotometri UV-Vis dipilih sebagai fokus pelatihan, karena merupakan salah satu teknik analisis yang paling luas digunakan dalam pengujian kadar zat aktif, baik pada produk Obat maupun Pangan. Selain itu, metode ini juga berperan penting sebagai uji antara dalam proses produksi, sehingga ketepatan dan konsistensi hasil pengukuran menjadi krusial dalam menjamin mutu produk sebelum beredar di masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Parno, S.Si  dari Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional Badan POM hadir sebagai narasumber utama. Ia menekankan pentingnya pemahaman mendalam terkait uji antara dalam rentang kalibrasi, yang bertujuan memastikan bahwa alat dan metode analisis tetap memberikan hasil akurat pada titik-titik di antara standar kalibrasi. Hal ini berkaitan erat dengan penerapan prinsip linearitas, yang menjadi dasar dalam menjamin keandalan hasil pengujian di seluruh rentang kerja.

Diskusi dan sharing pengalaman turut menjadi bagian penting dalam pelatihan ini, sehingga peserta dapat memahami penerapan Good Laboratory Practice (GLP) secara praktis sesuai dengan kondisi laboratorium. Peserta yang turut hadir dalam bimbingan teknis ini antara lain staf pengujian BPOM Bogor dan siswa yang sedang ikut program inovasi di Balai POM di Bogor yaitu BERSAMA BPOM BOGOR (Manajemen Penerimaan Magang di Balai POM di Bogor).

Balai POM di Bogor juga menegaskan komitmennya dalam mendorong penerapan standardisasi metode, validasi analisis, serta integritas data di seluruh laboratorium pengujian. Melalui kegiatan bimbingan teknis ini, diharapkan para Analis Laboratorium mampu meningkatkan kompetensi teknis sekaligus menjaga konsistensi mutu hasil pengujian, sehingga dapat mendukung perlindungan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa penguatan sistem pengawasan tidak hanya dilakukan melalui regulasi, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas teknis di tingkat operasional, guna memastikan setiap produk Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan yang beredar telah memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu yang ditetapkan. (RD)

Sarana