Bangun Komitmen Bersama, Balai POM di Bogor dan Dinas Kesehatan Depok Siapkan Program Perlindungan Masyarakat

15-10-2026 Balai POM di Bogor Dilihat 30 kali

Depok, Senin (12/10/2026) – Balai POM di Bogor melaksanakan kegiatan Audiensi Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan di Kota Depok sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembinaan dan pengawasan obat dan makanan. Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut dari pembentukan Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan berdasarkan Keputusan Wali Kota Depok Nomor 0001.110/Kep.141-Dinkes/2024 tanggal 15 Juli 2024, di samping pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) sesuai arahan dalam surat keputusan.

Dalam audiensi ini, dipaparkan sejumlah skema program penanganan sampah obat yang dapat dilaksanakan melalui kolaborasi BPOM, fasilitas pelayanan kefarmasian, Pedagang Besar Farmasi (PBF), industri farmasi, serta pelaku usaha lainnya, hingga keterlibatan media publik. Pembahasan juga mencakup program Training of Trainer Cegah Penyalahgunaan Pangan dan Obat Terlarang (ToT CEPOT) sebagai upaya mencegah penyalahgunaan pangan dan obat-obatan yang diharapkan turut menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan petugas dari berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, kesehatan, hingga pendidikan, untuk melaksanakan komunikasi, informasi, dan edukasi ke sekolah-sekolah di Kota Depok, dengan target menjangkau 484 sekolah selama periode 2026 – 2030.

Selain itu, dibahas pula kajian dan koordinasi penanganan Kejadian Luar Biasa Keamanan Pangan (KLB KP) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu upaya edukasi yang disampaikan adalah inovasi Balai POM di Bogor, yaitu Cek 4 BEBAS (Bentuk, Bau, Warna, dan Rasa), yang mengajak masyarakat untuk mengenali kondisi pangan sebelum dikonsumsi. Inovasi ini juga dikemas dalam bentuk jingle agar lebih mudah diingat dan dipahami oleh anak-anak sekolah. Pembahasan berikutnya mencakup program Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA), meliputi indikator keberhasilan, target persentase kabupaten/kota yang dijangkau pada periode 2025–2027, aspek penilaian, tim penilai, serta tools pemantauan mandiri program.

Melalui kegiatan ini, tim dari Balai POM di Bogor dan Dinas Kesehatan Kota Depok melaksanakan diskusi untuk membahas rencana pelaksanaan program, menyampaikan tanggapan terhadap skema kegiatan yang dipaparkan, serta bertukar pandangan mengenai upaya pembinaan dan pengawasan obat dan makanan di Kota Depok. Diskusi juga menjadi ruang untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, dan saran terkait pembagian peran antarinstansi, pelaksanaan edukasi kepada masyarakat, serta strategi koordinasi agar program yang direncanakan dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran. Melalui pembahasan tersebut, diharapkan berbagai masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan dan pelaksanaan program ke depannya. Audiensi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan komitmen lintas sektor, sehingga upaya pembinaan dan pengawasan obat dan makanan dapat terlaksana secara lebih efektif dan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat di Kota Depok

Sarana