Bogor - Balai POM di Bogor menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) Pasar Aman Berbasis Komunitas (PPABK) di Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor, Rabu (29/05/2024). Bimtek Pengelola Pasar bertujuan memberdayakan pengelola pasar sebagai kader keamanan pangan untuk dapat melakukan pengawasan terhadap bahan berbahaya seperti Boraks, Formalin, Methanyl Yellow, dan Rhodamin B.
Mewakili Kepala Balai POM di Bogor, Nurhasanah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melatih petugas pengelola pasar agar dapat mandiri dalam melakukan pengawasan terhadap pangan yang beredar di pasar. "Kami mengharapkan partisipasi aktif pengelola pasar yang mengikuti bimtek ini guna menjamin keamanan dan mutu pangan olahan yang beredar di masyarakat," tutur Nurhasanah.
Petugas Balai POM di Bogor mengajarkan lima kunci kemananan pangan dan pengujian cepat bahan berbahaya pada pangan. Peserta terlihat antusias, terutama saat petugas Balai POM di Bogor mengajak berkeliling pasar melakukan pengambilan sampel pangan. Terdapat 12 sampel terdiri dari kue mangkok, tahu kuning, bakso, lontong, mie kuning, cone ice pink, cone ice biru, cone ice hijau, tahu crispy, dawet ayu, baso cilok, dan otak-otak.
Selanjutnya petugas memberikan pembinaan terhadap pedagang mengenai keamanan pangan dan bahaya penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan. ”Penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan, hati, ginjal, pankreas, kanker, bahkan kematian,” jelas Nurhasanah.
Selaras dengan itu, Kepala Unit Pasar Gunung Batu, Adi Mandala menceritakan saat ini masih banyak ditemukan pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya. "Pelatihan ini sangat bermanfaat, kita diberi pengetahuan. Pasti ini akan saya teruskan ke staf-staf yang tidak ikut untuk pengetahuan mereka juga," katanya.
Dia berharap kolaborasi ke depan dapat mendorong seluruh pasar di Bogor menjadi pasar sehat, sehingga apapun yang dikonsumsi oleh masyarakat wajib sehat dan aman. ”Harapannya Balai POM di Bogor dapat membantu pengelola pasar guna mewujudkan pasar kami menjadi pasar pangan aman,” ucap Adi. (DT)