Bogor Innovation Award 2025: Panggung Inovasi dan Kolaborasi Regulator-Akademisi

06-10-2025 Balai POM di Bogor Dilihat 308 kali

Bogor. (25-26/09/2025) — Kota Bogor kembali menegaskan posisinya sebagai kota inovasi dan pendidikan melalui gelaran Festival Bogor Innovation Award (BIA) 2025, yang diselenggarakan di Grand Ballroom GSC, Science Techno Park (STP) IPB, Bogor. Festival dua hari ini mempertemukan para inovator dari berbagai kalangan — mulai dari pelajar SMP dan SMA, mahasiswa, masyarakat umum, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) — dalam ajang yang memadukan kompetisi inovasi, pameran karya, hingga forum diskusi terbuka. Total lebih dari 290 peserta mengikuti ajang ini, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BIA bukan sekadar kompetisi tahunan, tetapi panggung aktualisasi ide kreatif warga Bogor untuk menjawab tantangan kota dan masa depan. "Kualitas inovasi tahun ini menunjukkan bahwa ekosistem inovasi kita berkembang. Harapannya, karya-karya ini dapat masuk dalam sistem kebijakan, pelayanan publik, bahkan pasar," ujar Dedie.

Inovasi ini pada umumnya dilatarbelakangi oleh suatu isu atau persoalan yang ada di tengah masyarakat. Sehingga, Dedie Rachim berharap BIA ini ke depan bisa mengusung tema khusus yang berkaitan dengan solusi terhadap persoalan perkotaan yang bisa menciptakan inovasi baru. seperti, mengenai kemacetan, persampahan, perparkiran dan sebagainya, yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

Program BIA ini merupakan gagasan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) yang pada tahun 2025 ini mengusung tema Membangun Ekosistem Inovasi yang Berkelanjutan dan Inklusif untuk Meningkatkan Kemajuan Kota Bogor. Balai POM di Bogor turut berpartisipasi mengikuti lomba ini dengan mengirimkan inovasi Training of Trainer Cegah Penyalahgunaan Obat dan Makanan Tertentu (ToT Cepot). Inovasi ini dilatarbelakangi tingginya kasus kekerasan pada Perempuan dan anak, salah satunya akibat penyalahgunaan obat-obatan tertentu, juga kasus penyalahgunaan bahan dilarang pada pangan, serta kasus keracunan akibat mengonsumsi pangan yang mengandung bahan yang dilarang.

Balai POM di Bogor memiliki peran penting dalam mempercepat proses hilirisasi inovasi, khususnya di sektor pangan, obat tradisional, kosmetik, dan suplemen kesehatan — yang banyak dikembangkan oleh inovator muda dan mahasiswa. Melalui program unggulannya, GROW BPOM (Green Research and Opportunities With BPOM), BPOM Bogor aktif melakukan:

  • Pendampingan regulasi dan sertifikasi bagi produk inovatif;
  • Asistensi teknis untuk pelaku UMKM dan startup binaan kampus seperti IPB;
  • Edukasi keamanan produk dan pemenuhan standar mutu (CPPOB, CPOTB, CPKB);
  • Fasilitasi kolaborasi antar peneliti, pelaku usaha, dan pemerintah.

Inovasi ini membuka jalan agar karya riset dan produk inovasi tidak hanya berhenti di laboratorium atau festival, tapi bisa diedarkan secara legal, aman, dan berdaya saing tinggi di pasar nasional bahkan ekspor. Ke depan, diharapkan BPOM dapat menjadi mitra tetap dalam gelaran BIA — baik melalui workshop, booth edukasi, maupun klinik konsultasi produk — agar para inovator mendapatkan informasi langsung mengenai regulasi dan persyaratan keamanan.

Sarana