Bogor, (8/10/2025)- Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bogor bersama Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Bogor menggelar pertemuan dengan tema “Cegah Diversi dan Penyalahgunaan Obat dari Hulu ke Hilir” di Hotel Salak The Heritage, Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Balai POM di Bogor, GPFI Farmasi Jawa Barat yang diwakili oleh Bapak Imam Santoso, SE.MM, Sekretaris Umum GPFI Jawa Barat, Ketua GP Farmasi Kota Kabupaten Bogor Miko Hendro Yudanto, para pelaku usaha Pedagang Besar Farmasi (PBF), serta Apoteker Penanggung Jawab PBF. Pertemuan tersebut menjadi wadah komunikasi dan koordinasi antara regulator dan pelaku usaha dalam memastikan obat yang beredar aman, bermutu, dan berkhasiat.
Dalam sambutannya, Ketua GP Farmasi Kota Kabupaten Bogor menyampaikan bahwa GP Farmasi merupakan forum konsultasi antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan di bidang farmasi. Ia menekankan pentingnya pencegahan diversifikasi dan penyalahgunaan obat dengan menerapkan prinsip-prinsip Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Miko berharap kolaborasi antara GP Farmasi dan BPOM Bogor semakin kuat agar bersama dapat menjamin ketersediaan obat yang aman dan bermutu di masyarakat. Sementara itu, Imam Santoso menambahkan bahwa penguatan rantai pasok dan peningkatan pengawasan internal melalui jalur distribusi legal merupakan kunci dalam mewujudkan obat yang aman, bermutu, dan berkhasiat.
Kepala Balai POM di Bogor, Bapak Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm., M.Si., dalam arahannya menegaskan bahwa BPOM tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga langkah advokasi kepada pelaku usaha farmasi. Ia menyoroti meningkatnya kasus penyalahgunaan obat yang berdampak pada kasus sosial di masyarakat, termasuk eskalasi kasus kekerasan terhadap anak. Oleh karena itu, Balai POM di Bogor berkomitmen memperkuat sinergi dengan GP Farmasi dan pelaku usaha di wilayah Bogor melalui pendekatan pembinaan dan edukasi. Selain itu, BPOM Bogor juga memperkenalkan program Corporate University melalui pelatihan GROW sebagai sarana peningkatan kapasitas pelaku usaha PBF agar dapat menerapkan prinsip CDOB secara konsisten.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Alvian Dumingan, Ketua Tim Pemeriksaan Balai POM di Bogor, yang membahas pengawasan distribusi obat serta aspek teknis pengendalian mutu. Pertemuan diakhiri dengan sesi diskusi dan penyerahan plakat apresiasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara BPOM Bogor dan GP Farmasi dapat semakin mempersempit ruang penyalahgunaan obat serta memperkuat sistem pengawasan obat dari hulu ke hilir demi melindungi masyarakat dan meningkatkan kepercayaan terhadap produk farmasi nasional.-SS