Bogor- (28-29/06/2025). Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Balai POM di Bogor turut dalam melakukan pemberian materi dalam mendukung pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyajian makanan yang aman dan bergizi bagi masyarakat.
Kegiatan ini diselenggarakan selama 2 (dua) hari di Bogor Forest Hotel dan dihadiri 350 (tiga ratus lima puluh) peserta dari 50 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Bogor per harinya. Peserta yang hadir merupakan Penjamah Makanan dan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dan penyajian makanan bagi penerima manfaat program MBG. Peserta antusias menyimak informasi dan diskusi pada kegiatan ini. Adapun materi yang berikan yaitu mengenai Keamanan Pangan.
Kepala BalaI POM di Bogor dalam hal ini diwakili oleh Staff Balai POM Bogor menyampaikan materi materi terkait Keamanan Pangan, dengan topik yaitu:
✅ Pentingnya Keamanan Pangan: Pencegahan Kontaminasi Makanan dari Bahaya Biologis, Kimia, dan Fisik.
✅ Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa): Edukasi kepada Peserta tentang Cara Memilih Produk Pangan yang Aman.
✅ Cek 4 Bebas (Bentuk, Bau, Warna, dan Rasa) agar terlindung dari pangan siap saji yang berbahaya
✅ Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) dan Bahaya Bahan Berbahaya: Identifikasi Zat-Zat seperti Formalin, Boraks, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow yang Sering Ditemukan dalam Pangan Ilegal.
Selain Materi Keamanan Pangan, pada pelatihan ini juga disampaikan materi lain antara lain terkait pemenuhan gizi, alur produksi bahan makanan, serta kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang disampaikan oleh narasumber dari berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI).
Balai POM di Bogor berkomitmen dalam mengawal dan mendukung Program MBG ini kedepannya dan diharapkan pelaksanaan Program MBG bertujuan untuk meningkatkan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, guna menciptakan generasi emas Indonesia di masa depan. Serta agar senantiasa melakukan cek 4 Bebas (Bentuk, Bau, Warna, dan Rasa) agar terlindung dari pangan siap saji yang berbahaya)