Depok – Dalam rangka Antisipasi Kamtibnas menjelang perayaan natal 2023 dan tahun baru 2024 khususnya terkait meningkatnya aksi Tawuran dan Kenakalan Remaja, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) telah mengadakan rapat koordinasi pada hari Kamis tanggal 21 Desember 2023 bertempat di ruang rapat Bakesbangpol Kota Depok, Gedung DIBALEKA I lantai 4, Jl Margonda Raya No 54. Rapat koordinasi dipimpin oleh Kepala Bakesbangpol, N Lienda Ratnanurdianny, SH, M.Ham dan dihadiri oleh Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tingkat Depok diantaranya Polres metro Depok, Kepolisisan resor Depok satuan Lantas, Satuan Reserse Kriminal, Komando Distrik Militer, Badan Pertanahan Nasional, Satpol PP, Dinas Pendidikan, Dinas Pemadan Kebakaran, dan Dinas Kesehatan Kota Depok.
Turut hadir Kepala Balai POM Bogor (BPOM di Bogor), Jefeta Pradeko Putra, S.Farm, M.Si sebagai tamu undangan dalam rapat koordinasi tersebut.
Kepala Bakesbangpol dalam sambutannya menyampaikan bahwa rapat koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tingkat Depok yang dibentuk berdasarkan Keputusan Wali Kota Depok Nomor 821.27/557/Bakesbangpol/Huk/2022 ini rutin diadakan setiap bulannya. “Rapat koordinasi hari ini akan fokus merumuskan formula bagaimana cara menangani aksi kenakalan remaja yang efektif dan efisien”.
“Disini telah hadir Kepala BPOM di Bogor, dan kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena telah berkenan memenuhi undangan kami dalam rapat koordinasi ini” lanjut Lienda
Dalam kesempatan tersebut Kepala BPOM di Bogor memaparkan maraknya peredaran obat-obat illegal yang termasuk golongan OOT dan Psikotropika seperti tramadol dan sebagainya dan memungkinkan menjadi salah satu penyebab meningkatnya aksi kenakalan remaja, tawuran, pemerkosaan hingga aksi bunuh diri, karena efek dari mengonsumsi obat-obatan tersebut adalah memberikan rasa keberanian yang tinggi.
BPOM juga menekankan bahwa sudah melakukan berbagai macam aksi untuk mengatasi peredaran obat-obatan ilegal ini “BPOM sudah menertibkan bukan hanya dari pusat distribusinya namun kami juga sudah menertibkan dari hulunya, 47 sarana pada periode januari – November 2023 sudah kami inspeksi di Kota Depok ini.” tutur Jefeta.
“Kendala yang kami hadapi dalam melakukan pengawasan proses dihilirnya dikarenakan Sumber Daya kami yang kurang, karena itu Kerjasama lintas sektor sangat kami butuhkan sebagai salah satu upaya dalam mencegah peredaran obat-obatan di hilirnya” lanjut Jefeta.
Masing-masing wakil dari OPD dan Lembaga terkait menyampaikan pemaparan sesuai dengan tugas dan fungsinya yang berkaitan dengan aksi kenakalan remaja serta saran perbaikan dan pencegahannya.
Pada Rapat koordinasi ini semua sepakat bahwa diperlukan upaya-upaya dan tindakan nyata dalam penanganan maupun pencegahan dari peredaran obat-obat illegal yang sudah menjadi kekhawatiran tersendiri, dengan demikian Kota Depok menjadi aman dan nyaman bagi Masyarakatnya.
Pada sesi penutupan, Kepala Bakesbangpol menyampaikan setelah diadakan rapat koordinasi akan dilakukan rapat-rapat level teknis lebih lanjut dan menyepakati akan adanya pelaksanaan operasi gabungan dari berbagai lintas sektor terkait berdasarkan hasil pemetaan sarana peredaran yang telah ditetapkan.
“Ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar kita dalam menjaga Kota Depok dari seluruh potensi yang menyebabkan berbagai gangguan di kehidupan Masyarakat” ucap Lienda
Lanjutnya “Saya harap Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Ini bisa berjalan secara efektif dalam menyelesaikan tugas-tugasnya, serta konflik-konflik yang muncul dapat direduksi dan dihilangkan. Jangan lengah karena potensi itu akan tetap ada”.