CEGAH PENYALAHGUNAAN OBAT SEJAK DINI, BPOM BOGOR EDUKASI PELAJAR MELALUI PROGRAM TOT CEPOT DI SMK INFORMATIKA PESAT KOTA BOGOR

15-10-2026 Balai POM di Bogor Dilihat 15 kali

Bogor-Jumat (9/10/2026) – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bogor bersama Puskesmas Pasir Mulya dan PT. Danone Indonesia melaksanakan kegiatan sosialisasi di SMKS Informatika Pesat, Kota Bogor. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obat tertentu (OOT), sekaligus mendorong pelajar agar lebih peduli terhadap kesehatan dan lingkungan pergaulannya.

Kegiatan yang berlangsung di SMKS Informatika Pesat, Jalan Poras No. 7, Sindangbarang Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, ini diikuti oleh sekitar 64 (enam puluh empat) siswa serta dihadiri oleh 5 (lima) orang guru. Sosialisasi menghadirkan Anis Virmawati dari Puskesmas Pasir Mulya, Dias Erfan dari PT. Danone Indonesia, dan Shareeva Putri dari Balai POM di Bogor.

Dalam pemaparannya, Anis Virmawati menjelaskan bahwa obat-obat tertentu tidak boleh digunakan sembarangan atau di luar aturan medis. Penyalahgunaan OOT dapat menimbulkan berbagai dampak bagi kesehatan, mulai dari pusing, gangguan koordinasi, perubahan perilaku, hingga risiko ketergantungan dan gangguan kesehatan yang lebih serius. Karena itu, pelajar perlu memahami penggunaan obat yang benar serta tidak mudah terpengaruh ajakan teman atau rasa ingin mencoba.

Dias Erfan menyampaikan dalam paparannya mengenai label pangan olahan, bagaimana cara melihat informasi pada label termasuk membaca Informasi Nilai Gizi (ING), komposisi, dan mengecek izin edar menggunakan BPOM Mobile. Dipaparkan juga bagaimana menjadi konsumen yang cerdas dengan menggunakan Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar dan Cek Kedaluwarsa), serta cara mengecek pangan siap saji dengan Cek BEBAS (Cek Bentuk, Bau, Warna dan Rasa).

Materi juga membahas pentingnya pencegahan melalui edukasi dan keterlibatan berbagai pihak. Melalui program ToT CEPOT (Training of Trainer Cegah Penyalahgunaan Obat dan Makanan Terlarang), BPOM mendorong penyuluhan kepada generasi muda agar informasi mengenai bahaya penyalahgunaan obat dapat diteruskan kepada teman sebaya, keluarga, dan lingkungan sekitar. Pelajar diharapkan mampu mengambil keputusan yang tepat, tidak menyalahgunakan obat, serta berani mencari bantuan dari orang dewasa atau tenaga kesehatan ketika menemukan masalah terkait penggunaan obat.

Penyampaian materi dilakukan melalui sosialisasi dan diskusi bersama peserta. Kolaborasi antara BPOM, puskesmas, pihak Danone, dan sekolah diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan kesehatan remaja serta membangun lingkungan sekolah yang lebih sadar terhadap bahaya penyalahgunaan obat. Dengan edukasi sejak dini, generasi muda diharapkan semakin bijak dalam menggunakan obat dan ikut berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan OOT. (AR)

Sarana