Ciptakan Generasi Sehat Lewat Jajanan Aman, Balai POM di Bogor Sosialisasikan Keamanan Pangan Sekolah

27-05-2025 Balai POM di Bogor Dilihat 1456 kali

Depok (20/5) — Balai POM di Bogor terus berkomitmen memperkuat edukasi keamanan pangan, khususnya di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan Sosialisasi Keamanan Pangan Sekolah Intervensi yang diselenggarakan secara daring pada Selasa, 20 Mei 2025, sebanyak 168 peserta dari SD RRI Cisalak dan SMPN 11 Kota Depok, termasuk guru, murid, orang tua murid, pengelola kantin dan pedagang jajanan di sekitar sekolah, mengikuti sesi interaktif yang menghadirkan narasumber kompeten dari Balai POM.

Dalam sambutannya, Kepala Balai POM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm., M.Si., menyampaikan pentingnya lingkungan sekolah sebagai salah satu tempat strategis dalam mendukung asupan pangan anak.

"Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan pilar utama dalam mewujudkan bangsa yang maju dan berdaya saing. Salah satu faktor penentu kualitas SDM adalah kecukupan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi. Lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat strategis dalam mendukung asupan pangan anak-anak kita, baik melalui pangan siap saji, pangan segar, maupun pangan olahan terkemas," ujarnya.

Beliau juga menekankan bahwa keamanan pangan di sekolah tidak bisa dianggap remeh karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan sekolah, praktik pengelola kantin, serta kesadaran komunitas sekolah dalam memilih pangan yang aman.

Tiga materi utama disampaikan oleh narasumber:

  1. Pengenalan Bahaya Keamanan Pangan oleh Eva Nikastri, STP, M.Si., yang menjelaskan berbagai jenis cemaran pangan dan pentingnya kebersihan dalam penyajian makanan.
  2. 5 Kunci Keamanan Pangan oleh Lu’lu’atul Khodijah, S.K.M., yang menekankan pentingnya membaca label dan mengenali pangan aman dari berbagai jenis bahaya.
  3. Tips Konsumsi Pangan Aman dan Cek KLIK oleh Suci Tresnasari, S.K.M., yang mengajak peserta untuk memahami label informasi nilai gizi dan memanfaatkan aplikasi BPOM Mobile dalam memilih produk pangan olahan.

Selain itu juga ditayangkan beberapa video terkait profil Balai POM di Bogor, bahaya pada pangan, informasi nilai gizi dan cara mencuci tangan yang benar.  Peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama dalam sesi kuis dan tanya jawab. Salah satu pertanyaan menarik datang dari wali murid SMPN 11 yang menanyakan peran BPOM dalam program MBG. Dijelaskan bahwa BPOM berperan dalam penyuluhan terkait praktik pengolahan pangan yang aman serta tergabung dalam Tim Gerak Cepat penanganan Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB KP)..

Webinar ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Balai POM untuk mendorong budaya konsumsi pangan aman sejak dini. Sosialisasi ini diharapkan dapat mendukung terciptanya keamanan pangan di lingkungan sekolah dan menurunkan prevalensi stunting, yang di Kota Depok tercatat sebesar 12,6% (SSGI 2022).

Kegiatan ditutup dengan harapan agar edukasi ini menjadi langkah awal dalam membentuk kemandirian komunitas sekolah melalui kader keamanan pangan yang akan dilatih lebih lanjut dalam kegiatan bimbingan teknis secara luring. (KAS)

Sarana