Bogor, Senin (23/09)2026 – Balai POM di Bogor mendorong percepatan hilirisasi inovasi berbasis riset agar dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan memenuhi ketentuan keamanan, mutu, serta regulatori. Upaya tersebut diwujudkan melalui penjajakan kerja sama dengan PT Sciencepreneur Indonesia Gemilang dalam pertemuan bertajuk “Persiapan Hilirisasi Produk Inovasi Berbasis Riset” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (23/9/2026).
Pertemuan tersebut diikuti oleh Kepala Balai POM di Bogor beserta tim, perwakilan Balai POM di Tangerang, serta tim PT Sciencepreneur Indonesia Gemilang. Dalam kesempatan tersebut, Co-Founder PT Sciencepreneur Indonesia Gemilang, Kholis Abdurachim Audah, menyampaikan profil perusahaan sekaligus paparan mengenai sejumlah produk inovasi yang telah dan sedang dikembangkan.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah Mangrovita, yaitu produk berbasis bahan mangrove yang diproduksi di Gunung Sindur dan telah melalui proses kajian bahan baku menuju standardisasi. Selain itu, perusahaan turut memperkenalkan Dermoree sebagai salah satu produk kosmetik terbaru yang sedang dikembangkan.
Pembahasan selanjutnya difokuskan pada peluang pengembangan bahan mangrove menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi. PT Sciencepreneur Indonesia Gemilang menyampaikan ketertarikannya untuk mengembangkan bahan tersebut ke dalam kategori Obat Herbal Terstandar (OHT) maupun kosmetik. Pengembangan tersebut memerlukan dukungan data ilmiah, kajian bahan baku, data empiris, standardisasi, serta pemenuhan persyaratan regulatori sesuai dengan kategori produk yang akan dikembangkan.
Potensi bahan mangrove menjadi salah satu topik yang menarik untuk ditindaklanjuti. Berbagai literatur ilmiah telah membahas kandungan dan aktivitas biologis sejumlah spesies mangrove, termasuk aktivitas antibakteri. Namun, keberadaan informasi ilmiah tersebut tidak secara otomatis dapat digunakan sebagai klaim khasiat pada produk. Setiap klaim tetap harus didukung dengan data dan pembuktian yang sesuai dengan kategori serta ketentuan produk yang akan dikembangkan.
Balai POM di Bogor menyampaikan bahwa pengembangan bahan mangrove sebagai bahan obat bahan alam masih memerlukan kajian lebih lanjut karena bahan tersebut belum tercantum dalam positive list obat bahan alam. Oleh karena itu, penguatan data melalui penelusuran referensi ilmiah dan jurnal yang relevan menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui karakteristik serta potensi bahan secara lebih komprehensif.
Sebagai bentuk fasilitasi, Balai POM di Bogor akan membantu menghubungkan PT Sciencepreneur Indonesia Gemilang dengan unit standardisasi terkait di Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik (OTSKK) untuk membahas aspek standardisasi bahan baku dan tahapan pengembangan produk lebih lanjut.
Pengembangan produk menuju OHT maupun kategori obat bahan alam lainnya juga membutuhkan kesiapan sarana produksi dan pemenuhan ketentuan Cara Pembuatan Obat Bahan Alam yang Baik (CPOBAB) sesuai kategori dan persyaratan produk. Sementara itu, informasi mengenai penggunaan bahan secara turun-temurun dapat menjadi salah satu sumber data yang dikaji, dengan tetap memperhatikan persyaratan pembuktian ilmiah dan ketentuan regulatori.
Selain membahas aspek pengembangan produk, Balai POM di Bogor memperkenalkan GROW BPOM sebagai salah satu bentuk fasilitasi bagi pelaku usaha dan inovator. Melalui GROW BPOM, pelaku usaha dapat memperoleh informasi dan akses terhadap berbagai bentuk pendampingan, antara lain sosialisasi, pelatihan, asistensi regulasi, pendampingan UMKM, serta peluang pengembangan jejaring dan kerja sama.
Balai POM di Bogor juga memperkenalkan subsite GROW BPOM sebagai sarana informasi bagi pelaku usaha untuk mengetahui berbagai program pendampingan dan fasilitasi yang tersedia. Kehadiran kanal tersebut diharapkan dapat memudahkan pelaku usaha memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam proses pengembangan dan pemenuhan persyaratan produk.
Kepala Balai POM di Bogor menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan ekosistem riset merupakan bagian penting dalam mendorong hasil inovasi agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pendampingan sejak tahap awal juga diperlukan agar pengembangan produk dapat mempertimbangkan aspek keamanan, mutu, manfaat, serta persyaratan regulatori sejak awal proses.
Melalui pertemuan ini, Balai POM di Bogor dan PT Sciencepreneur Indonesia Gemilang sepakat untuk melanjutkan komunikasi dan koordinasi, khususnya dalam penguatan data ilmiah, kajian serta standardisasi bahan baku, dan fasilitasi konsultasi dengan unit terkait. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem hilirisasi inovasi sehingga hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan, tetapi dapat diarahkan menjadi produk yang memenuhi aspek keamanan, mutu, manfaat, dan ketentuan regulatori.
Balai POM di Bogor terus membuka ruang kolaborasi dan pendampingan bagi pelaku usaha serta inovator dalam mendorong pengembangan produk inovatif yang aman, bermutu, dan sesuai ketentuan, sebagai bagian dari upaya menghadirkan Obat dan Makanan yang aman untuk seluruh rakyat Indonesia. (SA)