Dukung Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan Balai POM di Bogor Gelar ToT CEPOT bagi Guru

16-06-2026 Balai POM di Bogor Dilihat 92 kali

Kabupaten Bogor (15/06) – Balai Pengawas Obat dan Makanan di Bogor melaksanakan Training of Trainer Cegah Penyalahgunaan Obat dan Makanan Terlarang (ToT CEPOT) atas permohonan narasumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor sebagai tindak lanjut Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT). Kegiatan ini diselenggarakan di Aula UPT Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Bogor dan dihadiri sekitar 100 tenaga pengajar/guru tingkat SMP dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor yang diwakili oleh Siswanto, S.Pd., M.Si., selaku Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas (Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat). Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan melalui peningkatan literasi keamanan obat di lingkungan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dalam mendukung pelaksanaan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) sekaligus memperkuat sinergi dengan Balai POM di Bogor guna membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya konsumsi obat yang aman dan penggunaan obat secara bijak.

Kegiatan ToT CEPOT menghadirkan tiga sesi materi utama, yaitu:

  1. Profil Balai POM di Bogor;
  2. Sadar Obat Aman;
  3. Cek KLIK dan Cek Bebas serta penggunaan aplikasi BPOM Mobile.

Selain menerima materi, para peserta juga mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab secara aktif dan antusias. Sebagai peserta Training of Trainer (ToT), para tenaga pendidik yang hadir diharapkan dapat berperan sebagai trainer dan agen perubahan dengan mendiseminasikan informasi mengenai keamanan obat serta pencegahan penyalahgunaan obat-obat tertentu kepada peserta didik dan sekolah-sekolah di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, para tenaga pendidik diharapkan menjadi pelopor literasi keamanan obat di lingkungan sekolah dan masyarakat. Upaya diseminasi yang dilakukan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya penggunaan obat yang aman dan bijak, sekaligus mendukung upaya Balai POM di Bogor dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan obat. (ST)

Sarana