Bogor (11/02/2026) - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bogor melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan Aman bersama Saka POM di SMA Negeri 3 Kota Bogor pada Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 siswa kelas X sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan remaja terkait penggunaan obat yang rasional, konsumsi pangan yang aman, pencegahan penyalahgunaan zat berbahaya serta pengenalan SAKA POM.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari fungsi Informasi dan Komunikasi Balai POM di Bogor, menyampaikan pentingnya mengenali obat dan makanan yang aman serta risiko penggunaan produk yang tidak sesuai peruntukannya. Salah satu topik yang mendapat perhatian peserta adalah penyalahgunaan gas dinitrogen oksida (N₂O) yang dikenal di kalangan remaja sebagai “whipped pink”, yaitu gas yang umumnya digunakan pada tabung whipped cream namun disalahgunakan untuk dihirup. Penyalahgunaan zat ini dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan serius, seperti gangguan sistem saraf, gangguan pernapasan, hingga risiko fatal.
Selain edukasi mengenai obat dan makanan aman, kegiatan ini juga memperkenalkan Saka POM sebagai wadah pembinaan generasi muda dalam bidang keamanan obat dan pangan melalui kegiatan kepramukaan. Melalui Saka POM, pelajar didorong untuk menjadi pelopor dan agen perubahan dalam menyebarkan informasi kesehatan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan obat dan makanan.
Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka di lapangan sekolah dengan metode penyampaian materi secara langsung dan interaktif. Meskipun tanpa dukungan media presentasi, peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung, khususnya pada sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas isu kesehatan yang sedang berkembang di kalangan remaja.
Melalui kegiatan ini, BPOM di Bogor berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya penggunaan obat dan konsumsi pangan yang aman, tetapi juga mampu berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungannya. Edukasi yang berkelanjutan kepada generasi muda diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan zat berbahaya serta membangun budaya hidup sehat sejak dini. (KAS)