GROW BPOM-BRIN: Hilirisasi Produk Inovasi BRIN - Vaksin Japanese Encephalitis

20-06-2026 Balai POM di Bogor Dilihat 79 kali

Bogor-Kamis (18/06/2026). Sebanyak 27 peserta yang terdiri dari pelaku usaha dari PT. Biotis Pharmaceuticals Indonesia dan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hadir dalam kegiatan GROW BPOM (Green Research and Opportunities With BPOM) dengan tema “Hilirisasi Produk Inovasi BRIN - Vaksin Japanese Encephalitis yang diselenggarakan secara daring oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan di Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh FX Sudirman (Direktur Utama PT. Biotis Pharmaceuticals Indonesia), Eko Hidayat (Direktorat Pemanfaatan Riset BRIN), Dr. Doddy Irawan Setio Utomo (Pusat Riset Obat dan Vaksin BRIN), Fauziah Ridho (Direktorat Standar  Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif  BPOM), Juwita Manik (Direktorat Pengawasan Produksi ONPP BPOM), serta personil Balai POM di Bogor.

Acara dibuka oleh Jeffeta Pradeko Putra, Kepala Balai POM di Bogor, dengan harapan diskusi lintas sektor dan pelaku usaha dapat mempercepat hilirisasi riset dan pengembangan produk vaksin hingga ke tahap komersialisasi. 

Dalam kegiatan ini, dilakukan diskusi yang berfokus pada asistensi regulasi serta kolaborasi riset dan inovasi untuk  pengembangan vaksin Japanese Encephalitis (JE). Penyampaian materi disampaikan Doddy I.S. Utomo dengan tema penelitian dan pengembangan vaksin yang metodenya dapat digunakan untuk pengembangan vaksin JE. Dilanjutkan penyampaian materi oleh FX Sudirman terkait milestone perusahaan pada saat diinisiasi untuk produksi vaksin Merah Putih (COVID-19), yang hingga saat ini masih establish untuk produksi vaksin program pemerintah serta pembahasan terkait kerangka dan strategi pengembangan vaksin JE. Pada diskusi tersebut, Badan POM menyampaikan dukungan terhadap kolaborasi terkait pengembangan vaksin JE. Dalam hal ini Badan POM berperan sebagai regulatory, strategic enabler dan pemberi scientific advice untuk mendukung pengembangan dan registrasi produk.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara peneliti, industri dan regulatory untuk mendorong percepatan pengembangan vaksin Japanese Encephalitis dalam negeri. Melalui skema co-development, diharapkan inovasi hasil riset dapat dihilirisasi menjadi produk aman, bermutu dan berkhasiat serta dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(HF)

Sarana