GROW BPOM BRIN RESEARCHER SERIES 1: Tema Pangan Olahan, Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik

05-05-2026 Balai POM di Bogor Dilihat 157 kali

Bogor-Senin dan Selasa (27-28/04/2026). Sebanyak 262 peserta yang terdiri dari pelaku usaha dan peneliti dari berbagai institusi, seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), LPA2I IPB, UI, Universitas Pertahanan, serta perguruan tinggi lainnya, mengikuti kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan secara hybrid oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan di Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh 85 peserta secara luring di Kantor Balai POM di Bogor (hari pertama) dan di Innovation Convention Center BRIN Bogor (hari kedua) serta 177 peserta secara daring melalui Zoom Meeting.

Acara dibuka secara bersama oleh Dra. Dwiana Andayani, Apt., (Direktur Standardisasi Pangan Olahan, BPOM RI), Dr. Dipl. Ing. Mulyadi Sinung Harjono, MT. (Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri BRIN), Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm., M.Si. (Kepala Balai POM di Bogor), dan M. Sony Mughofir, S.Si (Kepala Balai POM di Tangerang). Dalam sambutannya, para pimpinan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam mendorong inovasi pangan yang aman, bermutu, dan berdaya saing.

Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm., M.Si., menyampaikan materi bertajuk “GROW BPOM (Green Research and Opportunities With BPOM) Powered by ABG (Academia, Business, Government)”. Program ini berfokus pada hilirisasi hasil penelitian guna mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berdaya saing di wilayah Bogor, Depok, dan Tangerang, dalam rangkaian GROW Researcher Series 1 Edition. Kepala Balai POM di Bogor menjelaskan bahwa latar belakang terciptanya GROW BPOM ini adalah untuk memfasilitasi hilirisasi hasil inovasi dan riset agar dapat dikomersialisasi oleh pelaku usaha UMKM, dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Badan POM dan mempercepat proses memperoleh izin edar Badan POM sehingga mendukung UMKM agar memiliki daya saing global.

Pada hari pertama materi disampaikan oleh narasumber dari Direktorat Registrasi Pangan Olahan BPOM RI Raden Bagus Irwan Ruswandi, S.TP., M.K.M., dengan materi tentang “Registrasi Pangan Olahan Terintegrasi Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko / Risk Based Approach (RBA)”. Materi ini memberikan pemahaman komprehensif terkait proses perizinan berusaha yang terintegrasi dan berbasis tingkat risiko, dengan menitikberatkan pada pemahaman terhadap kategori pangan, kategorisasi risiko penilaian dan persyaratan yang dibutuhkan sehingga memperoleh nomor izin edar (NIE) BPOM.

Materi kedua disampaikan oleh Dra. Dwiana Andayani, Apt., yang mengangkat topik “Fasilitasi Standardisasi Produk Inovasi Pangan”. Dalam paparannya, disampaikan pentingnya penerapan standar untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk inovasi pangan di pasar. Beliau menyampaikan bahwa BPOM selalu mendukung perkembangan ilmu dan teknologi, sehingga untuk produk inovasi pangan yang belum memiliki standar/regulasinya, akan dilakukan fasilitasi standardisasi dan kajian izin khusus.

Pada hari kedua, materi disampaikan oleh narasumber dari Direktorat Standardisasi Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI Mia Permawati, S.Farm, Apt.,M.Farm menyampaikan materi mengenai “Standardisasi Penemuan Baru di Bidang Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik”. Dalam paparannya, disampaikan tantangan dalam melakukan pengembangan Obat Bahan Alam, regulasi terkait dan peran BPOM.

Dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh narasumber dari Direktorat Registrasi Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Wiwin Herwiyati, STP, M.Food St. yang membawakan materi terkait “Registrasi Obat Bahan Alam dan Suplemen Kesehatan” dan Desi Kartikasari, S.Farm., Apt., yang mengangkat topik “Ketentuan dan Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetik”. Materi tersebut secara garis besar mengangkat topik mengenai tata cara dan alur untuk mendaftarkan produk Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab, khususnya terkait implementasi OSS berbasis risiko, peluang kolaborasi riset dengan pemerintah dan regulasi terkait standardisasi dan registrasi. Kegiatan dilanjutkan dengan Asistensi Regulasi (Sister BPOM),  yaitu desk konsultasi antara petugas pusat dan balai dengan peneliti dan pelaku usaha yang sudah berkomitmen akan mengkomersialisasi produk inovasi BRIN dan IPB.

Di akhir acara, Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm., M.Si. menyampaikan terdapat 1 (satu) Sertifikat Cara Produksi yang Baik yang telah terbit atas nama PT Sainsgo Karya Indonesia dan terdapat 1 (satu) Sertifikat Cara Produksi yang Baik yang berpotensi akan terbit atas nama PT. Amalose Tekno Indonesia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah dalam mempercepat hilirisasi inovasi pangan, sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi guna menjamin keamanan dan mutu pangan olahan di Indonesia. -SP

Sarana