GROW BPOM-BRIN SERIES 4 : BADAN POM DAN BRIN MENDUKUNG PELAKU USAHA KOSMETIK DENGAN MELAKUKAN SOSIALISASI PEMANFAATAN HASIL RISET DAN INOVASI

18-09-2025 Balai POM di Bogor Dilihat 364 kali

Bogor (17092025)-Sinergi antara peneliti, pemerintah, dan pelaku UMKM perlu dilakukan untuk menghasilkan produk-produk inovatif dan berkelanjutan, Balai POM di Bogor telah mewadahi hal tersebut melalui melalui GROW BPOM (Green Research and Opportunities With BPOM). GROW BPOM bertujuan mendukung hilirisasi hasil penelitian demi pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berdaya saing di wilayah kerja Balai POM Bogor khususnya. Kali ini GROW BPOM berkolaborasi dengan BRIN untuk lebih mendekatkan hasil penelitian dan penerapannya di lapangan dengan mengadakan kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi Bidang Kosmetik.

Pada sektor kosmetik, peluang pemanfaatan hasil riset dan inovasi sangat besar. Indonesia sebagai mega pusat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia, memiliki potensi besar dalam sumber daya alam, salah satu dari kekayaan alam tersebut adalah tumbuhan berkhasiat yang menjadi bahan untuk pembuatan kosmetik. Peneliti BRIN telah melakukan riset bahan alam yang digunakan sebagai kosmetik, saatnya dilakukan hilirisasi, mengubah hasil riset skala laboratorium menjadi skala industri. Dengan dukungan riset dan inovasi, Indonesia berpotensi memproduksi kosmetik yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga menjadi tuan rumah di negeri sendiri menghasilkan produk yang terdistribusi secara nasional dan global. 

Perkembangan industri kosmetik juga diiringi dengan tantangan besar dalam aspek keamanan, pada akhir tahun 2024 BPOM berhasil menemukan 235 item kosmetik ilegal dan berbahaya senilai Rp8,91 miliar. Jawa Barat mencatat nilai temuan terbesar, yaitu Rp4,59 miliar. Selain ilegal ilegal pendistribusiannya, produk tersebut juga terbukti mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, rhodamin B, hidrokuinon, tretinoin, hingga antibiotik, antifungi, dan steroid yang dilarang digunakan dalam kosmetik. Bahkan, ditemukan pula bahan baku berbahaya yang digunakan untuk produksi kosmetik rumahan.

Melihat kondisi tersebut, Balai POM di Bogor dan BRIN sepakat menyelenggarakan GROW BPOM Workshop Series 4 dengan tema “Meningkatkan Keamanan, Mutu dan Daya Saing Kosmetik di Wilayah Bogor–Depok melalui Riset dan Inovasi” sebagai upaya nyata untuk memperkuat pemanfaatan riset, meningkatkan kesadaran pelaku usaha dan masyarakat, serta memperkuat pengawasan. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Gedung Hall ICC pada pukul 08.00-15.30 WIB, dengan menghadirkan narasumber dari BPOM, peneliti dari BRIN, dan diikuti oleh 140 pelaku usaha kosmetik di wilayah Bogor dan Depok. Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi, BRIN, Dr. R. Hendrian, Deputi Bidang Penindakan Badan POM RI, Irjen Pol Tubagus Ade Hidayat, S.I.K., M.Sos., Walikota Bogor Dedie A. Rachim, Ketua DPRD Kota Depok H. Ade Supriatna, ST., M.AP., Wakil Bupati Bogor, diwakili Kepala Dinas Kesehatan  kab Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, S.H., M.H.Kes., M.A.R.S., Walikota Depok, yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Dr. Mary Lizawaty, Pejabat Tinggi Madya di lingkungan BRIN dan Badan POM, Ibu Dra. Rita Endang, M.KEs Pakar Ahli Badan POM, Ibu Dra. Mayagustina, M.Sc PFM Ahli Utama BPOM

Melalui kegiatan ini, BPOM bersama BRIN berkomitmen mendorong tumbuhnya ekosistem kosmetik yang aman, bermutu, dan berdaya saing, sehingga mampu menjawab tantangan pasar sekaligus melindungi masyarakat dari risiko produk ilegal dan berbahaya.

Sarana