Kab. Bogor (12/11) — Balai POM di Bogor bersama Direktorat Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Badan POM RI perkuat sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi Bidang Obat Bahan Alam (OBA) melalui program Green Research and Opportunities with BPOM (GROW BPOM), yang digelar di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong pemanfaatan hasil riset berbasis bahan alam untuk meningkatkan keamanan, mutu, dan daya saing produk di wilayah Bogor–Depok.
Acara dihadiri oleh Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Badan POM RI beserta tim, Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri BRIN, Kepala Balai POM di Bogor, Peneliti dari Pusat Riset BRIN, serta Pelaku Usaha Obat Bahan Alam (OBA) di wilayah Bogor-Depok. Kolaborasi ini sebagai salah satu representasi pengawasan di daerah yang berperan langsung dalam pembinaan pelaku industri obat tradisional dan suplemen kesehatan.
Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan BPOM, Anisyah S.Si., Apt., MP menyampaikan bahwa kolaborasi antara BRIN dan BPOM merupakan langkah strategis untuk memastikan hasil riset dapat diterjemahkan menjadi produk yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat. Proses hilirisasi yang kuat harus didukung oleh pemenuhan standar keamanan dan efektivitas, serta pemahaman industri terhadap ketentuan regulasi.
Sebagai perpanjangan tangan BPOM di daerah, Balai POM di Bogor akan terus memperkuat pendampingan teknis kepada pelaku usaha, termasuk fasilitasi dalam pemenuhan persyaratan mutu, keamanan, dan prosedur perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.
Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri, Dr. Dipl. Ing. Mulyadi Sinung Harjono, M.T.. , menyampaikan bahwa pemanfaatan hasil riset perlu disertai penguatan aspek pengawasan agar produk yang dihasilkan industri memenuhi ketentuan regulasi.
“Kami berupaya agar hasil riset BRIN dapat dimanfaatkan optimal oleh industri, dan tentunya berdaya saing sesuai regulasi BPOM. Peran Balai POM di Bogor menjadi sangat penting dalam memastikan implementasi di lapangan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai POM di Bogor juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan BPOM, Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri beserta tim, para narasumber dari Badan POM RI dan BRIN, para peneliti, serta seluruh pelaku usaha yang hadir dan berpartisipasi aktif dalam mendukung terselenggaranya GROW BPOM Series 6. Beliau menegaskan bahwa keterlibatan berbagai pihak ini menjadi faktor penting dalam mendorong pemanfaatan hasil riset obat bahan alam agar semakin siap dihilirisasikan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta industri.
Lebih dari 60 pelaku usaha dan industri Obat Bahan Alam di wilayah Bogor–Depok berpartisipasi dalam sesi talkshow dan diskusi interaktif terkait strategi hilirisasi, peningkatan mutu, serta penguatan aspek regulatori. Kegiatan talkshow ini juga disampaikan beberapa materi teknis, antara lain:
● Profil Pusat Riset Bahan Baku Obat Tradisional BRIN, yang memberikan gambaran mengenai fokus riset, fasilitas, serta potensi pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung industri OBA.
● GROW BPOM (Green Research and Opportunities with BPOM): Hilirisasi Inovasi Penelitian untuk Mendukung UMKM Berdaya Saing, yang memaparkan strategi pendampingan dan percepatan hilirisasi inovasi berbasis bahan alam.
● Tata Cara Pengajuan Pendaftaran Registrasi Obat Bahan Alam (OBA), yang memaparkan kriteria, prosedur, dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar produk Obat Bahan Alam dapat dipasarkan dengan aman dan memenuhi standar mutu.
● Potensi Produk Biomedis, yang mengulas peluang pengembangan produk biomedis berbasis riset BRIN dan arah regulasinya.
● Potensi Produk Fermentasi sebagai Nutrasetikal, yang menyoroti potensi produk fermentasi sebagai kandidat bahan baku nutrasetikal yang aman, bermutu, dan memiliki nilai kesehatan tinggi.
Melalui kegiatan GROW BPOM–BRIN, Balai POM di Bogor berharap terbangun kolaborasi berkelanjutan untuk mendukung kemandirian bahan baku obat nasional berbasis kekayaan alam Indonesia, sekaligus memperkuat ekosistem industri obat bahan alam di wilayah Bogor–Depok. (ST)