GROW BPOM-UNAIR: Hilirisasi Produk Inovasi UNAIR - Bovine Hydroxyapatite sebagai Suplemen Kalsium dari Tulang Sapi

22-06-2026 Balai POM di Bogor Dilihat 70 kali

Bogor-Senin (15/06/2026). Sebanyak 24 peserta yang terdiri dari 4 Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA) di wilayah kerja Balai POM di Bogor dan Balai POM di Tangerang, antara lain PT. Phytochemindo Reksa, PT. Insular Multi Natural, PT Herbalindo Mandiri Sentosa, dan PT Natrindo Surya Prima serta peneliti dari Kelompok Riset Biomedis dan Translasional Kefarmasian Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR), hadir dalam kegiatan GROW BPOM (Green Research and Opportunities With BPOM) dengan tema “Hilirisasi Produk Inovasi UNAIR - Bovine Hydroxyapatite (BHA) sebagai  Suplemen Kalsium dari Tulang Sapi”  yang diselenggarakan secara daring oleh Balai POM di Bogor.

Dalam kegiatan ini disampaikan sambutan oleh Prof. Dr. apt. Yahdiana Harahap, M.S. (Dekan Fakultas Farmasi Militer Universitas Pertahanan RI), Prof. Dr. Purwo Sri Rejeki, dr., M.Kes (Direktur Direktorat Universitas Airlangga), M. Sony Mughofir, S.Si (Kepala Bpom Tangerang). Acara dibuka oleh Jeffeta Pradeko Putra, Kepala Balai POM di Bogor, dengan harapan adanya komitmen dan partisipasi aktif dari seluruh peneliti serta pimpinan institusi yang terlibat dalam kegiatan ini agar selanjutnya inovasi ini dapat dihilirisasi dan memberikan manfaat yang lebih luas. Pada sesi diskusi, diawali paparan secara komprehensif terkait inovasi Bovine Hydroxyapatite sebagai Suplemen Kalsium dari Tulang Sapi mencakup semua evidence yang telah dilakukan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Prof. Dr. apt. Aniek Setiya Budiatin, M.Si.

Diskusi berlangsung secara aktif dengan pembahasan berfokus pada prospek hilirisasi inovasi, kendala yang mungkin akan ditemui selama proses hilirisasinya, hingga solusi yang dapat ditempuh untuk mengatasi kendala tersebut.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara peneliti, industri dan regulator untuk mendorong percepatan hilirisasi inovasi. Melalui skema asistensi regulasi ini, diharapkan inovasi hasil riset dapat dihilirisasi menjadi produk aman, bermutu dan berkhasiat serta dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(AD)

Sarana