Bogor-Senin (21/07/2025) - Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bogor bersama Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) IPB mengadakan pertemuan untuk membahas kerja sama yang telah ditandatangani pada tanggal 24 September 2024. Pertemuan ini bertujuan untuk menindaklanjuti berbagai program strategis yang ingin dilakukan, sekaligus membuat langkah yang jelas dalam mendukung pengembangan riset, inovasi, serta pengawasan produk Obat dan Makanan. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kerja sama yang terintegrasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyusun langkah lebih rinci dalam implementasi kerja sama.
Rektor IPB, Prof. Dr. Arif Satria, SP., M.Si memberikan apresiasi kehadiran Balai POM di Bogor untuk mempercepat hilirisasi hasil inovasi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hasil binaan IPB, namun perlunya koordinasi dan terobosan strategis, serta upaya percepatan uji agar lebih cepat dan tepat sasaran. Rektor IPB menginstruksi LKST IPB untuk memfasilitasi kehadiran Balai POM di Bogor di LKST IPB, dengan penyediaan ruang kerja dan fasilitas meeting untuk memudahkan start up melakukan konsultasi. Kolaborasi akan difokuskan pada pendampingan UMKM, integrasi program inkubasi, serta fasilitasi produk inovasi IPB, khususnya di bidang pangan olahan seperti biskuit, bakery, dan teh. Pendampingan dan Pengawalan Izin Edar Dapat Lebih Mudah Melalui GROW BPOM.
Kepala Balai POM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm, M.Si menyampaikan bahwa proses alih teknologi, produksi skala laboratorium menjadi skala besar, serta efisiensi GMP misal sistem tata udara juga perlu menjadi perhatian dan dilakukan pendampingan. Serta adanya jemput bola menjadi poin pembeda dari bussines matching/hilirisasi yang telah ada yaitu melalui inovasi Green Research and Opportunities With BPOM (GROW BPOM) diharapkan dapat mengatasi kendala yang ada dan mempercepat hilirisasi produk inovasi peneliti.
Kedua belah pihak juga sepakat pentingnya penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan timeline kerja yang jelas, serta pembuatan Plan of Action (POA) sebagai langkah tindak lanjut. Adanya kerja sama ini akan mendukung pelaku usaha binaan IPB dalam berinovasi, keamanan Pangan, dan mempercepat proses uji dan fasilitasi produk. Adanya kerja sama ini IPB adakan kolaborasi agar BPOM hadir bersama start up.-EN