Kepala BPOM dan BRIN Gelar Audiensi untuk Perkuat Kerja Sama dalam Hilirisasi UMKM Melalui Program GROW BPOM

12-12-2024 Balai POM di Bogor Dilihat 2091 kali

Jakarta (10/12) – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan audiensi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta untuk membahas perluasan kerja sama strategis. Pertemuan ini bertujuan memperkuat dukungan terhadap hilirisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Green Research and Opportunities With BPOM dan pendampingan standarisasi zat baru dalam obat dan makanan baru

Audiensi tersebut dihadiri oleh para pejabat dari BPOM dan BRIN, antara lain:

1. Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., Kepala BPOM

2. Prof. Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc., Kepala BRIN

3. Irjen. Pol. Jayadi, S.I.K., Sekretaris Utama BPOM

4. Dra. Rr. Nur Tri Aries Suestiningtyas, M.A., Sekretaris Utama BRIN

5. Dr. R. Hendrian, M.Sc., Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN

6. Dra. Elin Herlina, Apt., M.P., Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM

7. Dr.Ir. Antonius Tarigan., Kepala Biro Umum

8. Joannes Ekaprasetya Tandjung, Direktur Penguatan dan Kemitraan Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN

9. Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm., M.Si, Kepala BPOM di Bogor

10. M. Sony Mughofir, S.Si, Kepala BPOM di Tangerang

Dalam sambutannya, Kepala BPOM, Prof. Dr. Taruna Ikrar, menekankan pentingnya kolaborasi antara BPOM dan BRIN untuk mendukung inovasi di sektor UMKM. “Sinergi ini bertujuan menciptakan ekosistem yang kondusif bagi UMKM agar dapat berkembang melalui inovasi riset dan penguatan produk. Program GROW BPOM hadir untuk mempercepat hilirisasi produk dengan standar keamanan yang tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BRIN, Prof. Dr. Laksana Tri Handoko, menyatakan komitmen BRIN dalam menyediakan dukungan riset, teknologi, dan infrastruktur bagi hilirisasi UMKM. “BRIN siap memfasilitasi kebutuhan riset dan inovasi yang relevan agar produk UMKM lebih kompetitif di pasar lokal dan global,” ujarnya.

Fokus pembahasan audiensi meliputi:

1. Penguatan regulasi berbasis riset untuk mendukung hilirisasi produk UMKM.

2. Akses terhadap teknologi dan infrastruktur riset inovatif.

3. Peningkatan kapasitas UMKM melalui pelatihan dan pendampingan teknis.

4. BPOM dan BRIN sepakat untuk memperluas kerja sama dalam lingkup analisis kebijakan dan akselerasi hilirisasi riset BRIN menjadi produk berupa izin edar BPOM

5. Kepala BRIN mendukung Badan POM dengan memperkuat kerja sama melalui sarana prasarana dengan pilot project BPOM di Bogor dalam rangka membangun ekosistem hilirisasi penelitian obat dan makanan.

6. Kepala BRIN mendukung Badan POM dalam memperkuat kerja sama baik sarana dan prasarana, transfer teknologi dan penyediaan informasi riset yang telah dikurasi dan dapat dipergunakan UMKM obat dan makanan dengan pilot project BPOM di Bogor, sebagai langkah strategis untuk membangun ekosistem hilirisasi penelitian di bidang obat dan makanan.

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Dra. Elin Herlina, menambahkan bahwa program GROW BPOM juga berfungsi sebagai pendampingan intensif bagi UMKM dalam memenuhi persyaratan keamanan dan mutu.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan UMKM dapat lebih mudah mengakses pasar dengan produk-produk berkualitas tinggi yang sesuai dengan standar internasional. Kerja sama strategis ini menjadi langkah konkret dalam mendorong ekonomi berbasis inovasi dan keberlanjutan.

Tentang GROW BPOM

GROW BPOM adalah inisiatif Badan POM yang bertujuan untuk mendukung hilirisasi produk UMKM di sektor obat dan makanan. Program ini menyediakan bimbingan teknis, fasilitasi pendaftaran produk, dan pendampingan inovasi untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar domestik maupun internasional.

Kolaborasi BPOM dan BRIN mencerminkan komitmen bersama untuk memberdayakan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi nasional berbasis inovasi.

Sarana