Bogor (27/02/2026) - Setiap tahun, Balai POM di Bogor secara rutin melakukan pengawalan keamanan pangan, termasuk takjil di bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri Tahun 2026/1447 H. Pada hari Jum’at, 27 Februari 2026, Intensifikasi Pengawasan Pangan (Inwas) takjil dilakukan secara kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor, Satuan Karya Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) kwartir cabang Pramuka Kota Bogor di perumahan Taman Yasmin, Kota Bogor yang merupakan lokasi yang strategis untuk penjualan takjil dan selalu ramai dengan masyarakat. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan takjil yang dijual aman dan bermutu untuk dikonsumsi, serta pedagang telah menerapkan 5 kunci keamanan pangan.
Petugas telah melakukan sampling terhadap 12 jenis takjil, antara lain lontong, otak-otak goreng dan basah, basreng, tahu goreng, mie kuning soto mie, es biji mutiara, harum manis, dll. untuk diuji dengan rapid test terhadap kemungkinan adanya bahan berbahaya formalin, boraks, rhodamin B dan metanil yellow dengan mobil laboratorium keliling (mobling).
Anggota Saka POM turut berperan aktif memberikan penyuluhan terkait bahan berbahaya pada pangan, BPOM Mobile, Cek KLIK dan Cek BEBAS (Bentuk, Bau, Warna dan Rasa) kepada para pedagang takjil agar dapat menyediakan takjil yang aman dan bermutu. Kegiatan ini merupakan bukti nyata kehadiran dan kolaborasi pemerintah dan partisipasi Saka POM di tengah masyarakat untuk memberikan jaminan keamanan pangan takjil yang dijual.-EN