Bogor (09/05). Balai POM di Bogor menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bersama Tokoh Masyarakat pada Sabtu, 09 Mei 2026, yang dilaksanakan di dua lokasi di Kabupaten Bogor, yaitu Masjid Az-Zikra Babakan Madang dan Gedung Welasih Citeureup. Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 200 peserta dari masyarakat umum di masing-masing titik kegiatan dan menghadirkan tokoh masyarakat dari Komisi IX DPR RI, yaitu Achmad Ru'yat sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan obat dan pangan.
Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan kegiatan oleh Kepala Balai POM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra. Dalam laporannya disampaikan bahwa kegiatan KIE merupakan upaya berkelanjutan BPOM dalam memperkuat literasi masyarakat agar semakin cerdas dalam memilih dan menggunakan obat serta pangan yang aman.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Achmad Ru'yat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pemerintah tidak dapat bergerak sendiri dalam melindungi masyarakat dari risiko obat dan pangan yang tidak memenuhi ketentuan. Diperlukan kolaborasi dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan obat dan pangan di lingkungan masing-masing.
“Pengawasan obat dan makanan bukan hanya tugas pemerintah atau BPOM semata. Dibutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar kita dapat bersama-sama melindungi keluarga dan lingkungan dari produk yang berisiko bagi kesehatan,” ujar Achmad Ru'yat.
Materi edukasi yang disampaikan pada kegiatan ini meliputi profil Balai Besar POM di Bogor, edukasi Sadar Obat Aman, pencegahan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT), penerapan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa), Cek Bebas, (Cek Bentuk, Bau, Warna dan Rasa) serta pemanfaatan aplikasi keamanan pangan. Narasumber dalam kegiatan ini terdiri atas Nur Hasanah Adnani dan Eva Nikastri, serta didukung oleh pemaparan dari Achmad Ru'yat.
Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Berdasarkan hasil evaluasi yang diambil secara acak untuk mewakili peserta, diperoleh persentase peningkatan pengetahuan peserta sebesar 7,41%, dengan sebanyak 20,00% peserta mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti kegiatan.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjadi konsumen yang cerdas dan berperan aktif dalam mendukung pengawasan obat dan makanan demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan terlindungi.(KAS)