Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan bersama Dinas Kesehatan Kota Bogor

06-07-2025 Balai POM di Bogor Dilihat 1556 kali

Bogor (04/07/2025) –Sebagai upaya meningkatkan pelaksanaan pengawasan Obat dan Makanan di Kota Bogor, Kepala Balai POM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm., MSi. beserta tim, melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, MARS. dan jajarannya, di Dinas Kesehatan Kota Bogor. Agenda yang dibahas antara lain kegiatan Koordinasi dan Pembinaan Pengawasan Obat dan Makanan Kota Bogor tahun 2024-2025, pengendalian resistensi antimikroba, Ayo Buang Sampah Obat (ABSO), Kota Pangan Aman dan Inovasi BPOM Bogor. Kepala Balai memaparkan terdapat sekitar 18 program/kegiatan, antara lain pengawasan Obat-Obat Tertentu, pengawasan bersama sarana pelayanan kefarmasian, sarana produksi PIRT, pengawasan takjil dengan mobil laboratorium keliling, inovasi GROW BPOM, termasuk beberapa kasus pelanggaran di bidang Obat dan Makanan, dll.

Beliau juga menyampaikan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bogor dapat berperan dalam pengendalian Resistensi Antimikroba, melalui perkuatan regulasi terkait pembatasan penjualan antibiotik tanpa resep. Selain itu penggalakkan program ABSO melalui manajemen sampah obat termasuk antibiotik yang tepat di fasilitas pelayanan kefarmasian, perlu melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Kepala Balai menawarkan inovasi Training of Trainer Cegah Penggunaan Obat dan Makanan Terlarang (ToT Cepot) yang dapat direplikasi oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor, untuk memberikan edukasi kepada siswa sekolah terkait pemilihan Obat dan Makanan yang baik, Cek 4 Bebas (Bentuk, Bau, Warna dan Rasa) dari bahan berbahaya pada pangan siap saji, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), jingle dan permainan. Keterlibatan OPD Kota Bogor, puskesmas, komunitas sekolah, dll. sangat penting, agar komunikasi, informasi dan edukasi dapat diberikan secara masif dan tepat sasaran. Pada akhir paparan, Kepala Balai menyampaikan bahwa Balai POM di Bogor siap mendampingi Pemda Kota Bogor dalam pemenuhan persyaratan dokumen untuk lomba Kota Pangan Aman yang diselenggarakan di tingkat nasional.

Beberapa kesepakatan dari pertemuan ini, antara lain menyusun timeline rencana kegiatan bersama, review SK TKPPOM, Balai POM di Bogor dimasukkan ke dalam SK Tim Gerak Cepat, khususnya yang terkait penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) Keamanan Pangan, dan pertemuan monitoring dan evaluasi pelaksanaan TKPPOM Kota Bogor. Pemda Kota Bogor dapat menginisiasi kebijakan daerah terkait pengawasan penggunaan antibiotik dan sistem manajemen sampah obat yang baik. Dinas Kesehatan Kota Bogor sangat mengapresiasi peran Balai selama ini, dan mengharapkan koordinasi dan komunikasi dapat berjalan semakin baik untuk menjawab tantangan dalam pengawasan Obat dan Makanan di Kota Bogor.-EN

Sarana