Memperingati "World Scout Day" bersama Wakil Walikota Bogor dan Kwarcab Kota Bogor di kantor Balai Pengawas Obat dan Makanan Bogor

23-02-2024 Balai POM di Bogor Dilihat 1483 kali

Kamis (22/02/24) Kak Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm., M.Si. s selaku Ketua Majelis Pembimbing Satuan Karya POM menyambut kedatangan Wakil Walikota Bogor Kak Drs H. Dedie Abdu Rachim, M.A selaku Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor di kantor Balai POM di Bogor. 

Ketua Kwarcab hadir bersama Sekretaris Kwarcab Kota Bogor yaitu Kak Nurnawaly Amin beserta jajaran pengurus SAKA POM menghadiri undangan Rapat Koordinasi Rencana Aksi SAKA POM di tahun 2024 yang bertepatan dengan hari Kepanduan Dunia atau World Scout Day

Kedatangan Kak Dedie beserta jajaran disambut hangat oleh keluarga besar Balai POM di bogor. Kegiatan diawali dengan berkeliling melihat kantor dan dilanjutkan rapat koordinasi membahas rencana aksi kegiatan yang akan dilakukan pada tahun ini.

Dalam laporan yang disampaikan Kak Jeffeta bahwa BPOM di Bogor telah berkolaborasi dengan pramuka dalam beberapa kegiatan diantaranya penanaman serentak 10.000 pohon di seluruh Indonesia dalam rangka World Environment Day dan revitalisasi mobil keliling. Tentunya Balai POM akan terus berkolaborasi pada setiap program-program BPOM dengan mengajak Pramuka, dengan demikian diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pengawasan Obat dan Makanan serta berdaya guna mencegah pelanggaran di bidang Obat dan Makanan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyinergikan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Balai POM dengan kegiatan Pramuka Kwarcab Kota Bogor.

Dalam diskusi juga terdapat perbincangan mengenai kebiasaan pola makan masyarakat kota bogor yang tidak baik. Kebiasaan tersebut menyebabkan banyak masyarakat yang mengidap penyakit hipertensi dan diabetes yang disebabkan kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kadar gula dan pengawet yang tinggi serta tidak suka mengkonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur.

Tercatat sudah 180 miliar anggaran yang dikeluarkan oleh BPJS dengan kasus penyakit hipertensi dan diabetes. Penelitian  dilakukan selama lima tahun untuk mengetahui pola konsumsi dan gaya hidup yang berkaitan dengan penyakit degeneratif. “orang Indonesia itu termakan pemikiran kalo ngopi itu budaya yang Indonesia banget sama halnya kayak makan mie pakai nasi” ungkap Wakil Wali Kota Bogor. 
Dijelaskan juga bahwa bukan produk kopi, atau mie nya yang salah namun cara mengonsumsinya yang tidak benar.. 
Jeffeta selaku Kepala Balai juga menjelaskan terkait kasus-kasus yang masih mengancam masyarakat, bukan hanya pangan bahkan produk-produk kosmetik  masih banyak yang mengandung bahan-bahan yang berbahaya. Kak Jeffeta juga mengajak pramuka untuk bersama-sama berkolaborasi dalam mengedukasi masyarakat terkait pola dan gaya hidup yang sehat.

Mendengar hal tersebut Kwarcab Kota Bogor menyambut gembira, karena, dengan demikian akan ada bnyk masyarakat yang memiliki kewaspadaan terhadap produk-produk yang berbahaya bagi kesehatan “BPOM adalah garda terdepan. Bagaimana generasi ini sehat, mampu bersaing. Secara fisik mampu menguasai di dunia. Ini kita mulai dengan keberadaan saka POM” Ujar Ketua Kwarcab Kota Bogor.

Sarana