Bogor - Rabu-Kamis (03-04/04) - PUNTEN MANGGA (PengUjiaN rapid TEs dAn penyaMpAian iNformasi Gratis dan perizinanan barenG petuGAs BPOM Di Bogor) Balai POM di Bogor melakukan pengawasan dalam rangka Intervensi Keamanan Pangan Khususnya takjil di bulan Ramadan. Kegiatan tersebut dilakukan pada dua titik penjualan takjil, yaitu Alun-alun Kota Bogor dan depan perumahan Kebun Raya Residence, Pasir Kuda. Metode pengujian yang dilakukan adalah pengujian sederhana menggunakan Rapid Test Kit.
Kegiatan terdiri dari pembelian sampel takjil yang dicurigai mengandung bahan-bahan berbahaya. Selanjutnya Balai POM di Bogor melakukan pengujian pada mobil laboratorium keliling. Tak lupa dilakukan pula Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) kepada pedagang mengenai 5 Kunci Keamanan Pangan.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan membeli sampel sembari melakukan KIE. Total sebanyak 31 sampel makanan yang diuji. Sedangkan pada hari kedua sebanyak 19 sampel makanan.
Makanan yang diuji cukup beragam mulai dari lontong, dimsum, otak-otak, hingga takjil khas Kota Bogor seperti mie glosor tidak lepas dari pengawasan Balai POM di Bogor. Berdasarkan pengujian yang dilakukan didapati dua sampel diduga mengandung bahan berbahaya.
Mendapati hasil tersebut Balai POM di Bogor melakukan pembinaan kepada para pedagang yang menjual pangan diduga mengandung bahan berbahaya. Balai POM di Bogor tidak bekerja sendiri melainkan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor serta Satuan Karya Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Kwarcab Kota Bogor. Dengan adanya kerjasama tersebut diharapkan takjil di Kota Bogor dapat terbebas bahan berbahaya.
Jadilah Konsumen yang cerdas sebelum membeli dan mengkonsumsi pangan olahan sebagai pilihan tepat untuk melindungi diri sendiri dari ancaman bahan berbahaya. Bukan kata orang pastikan KATA BPOM.