Kota Bogor – Selasa (30/07) Telah dilaksanakan Monitoring Kader Keamanan Pangan Sekolah oleh Balai POM di Bogor. Kegiatan ini berupa monitoring untuk memastikan pelaksanaan intervensi keamanan pangan program nasional tahun 2024 berjalan dan dilakukan oleh Sekolah target yaitu SDN Purbasari, Kota Bogor. Pada kegiatan ini juga diselenggarakan pengujian cepat dengan test kit melalui program mobil laboratorium keliling, dan kegiatan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) kepada siswa/siswi SDN Purbasari mengenai keamanan pangan. Adapun pengambilan sampel dan pengujian laboratorium jajanan sekitar SDN Purbasari tujuannya untuk mengetahui apakah ada indikasi bahan-bahan berbahaya pada jajanan/pangan di sekolah seperti formalin, borax, rhodamin B, dan methanyl yellow.
Petugas Balai POM di Bogor memberikan edukasi kepada siswa/siswa SDN Purbasari tentang serba-serbi stunting dan 3 bahaya pangan yaitu bahaya kimia, bahaya fisik, dan bahaya biologi. Selain itu juga siswa/siswi diajak petugas bermain ular tangga yang berisi informasi mengenai Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa, dari obat maupun olahan pangan yang akan dikonsumsi).
Siswa/siswi juga terlihat bersemangat dan antusias dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh petugas. Terdapat 20 sampel jajanan sekolah yang disampling secara acak dan diuji di tempat oleh tim pengujian dengan menggunakan rapid tes.
Rangkaian terakhir ditutup dengan demonstrasi mengenai hasil sampel yang sudah diuji kepada siswa/siswi SDN Purbasari. Tim Penguji membandingkan standar dengan sampel uji agar murid-murid mengetahui sampel mana yang mengandung bahan berbahaya dengan melihat dan mengamati perubahan warna yang terjadi.
“Kami sangat mengapresiasi program PJAS aman yang dilakukan oleh BPOM ini. melalui kegiatan ini pengetahuan guru-guru dan juga murid-murid terkait pangan aman dapat meningkat dan anak-anak juga dapat menerapkannya secara langsung,” ucap Wiwik selaku kepala sekolah SDN Purbasari
“Saat ini kami menerapkan anak-anak harus membawa ompreng sendiri ketika jajan dan selalu mengingatkan untuk tidak jajan makanan yang berwarna mencolok. Kami juga bekerjasama dengan komite sekolah dalam menyosialisasikan ilmu yang kami dapat dari BPOM ke komunitas sekolah seperti orang tua murid dan yang sudah berjalan ke anak murid kelas 4,” tambah Wiwik