Kabupaten Bogor (12/05) – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan dan pencegahan stunting, telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Kader dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunitas Desa Pangan Aman pada Senin, 12 Mei 2026, bertempat di Aula Desa Tugu Selatan, Kabupaten Bogor.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Tugu Selatan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. “Melalui kegiatan Pelatihan Kader dan Bimtek Komunitas Desa Pangan Aman ini, saya berharap masyarakat Desa Tugu Selatan semakin memahami pentingnya memilih, mengolah, dan mengonsumsi pangan yang aman dan bergizi. Kader dan komunitas diharapkan dapat menjadi penggerak edukasi di lingkungan masing-masing sehingga tercipta masyarakat yang sehat, cerdas, dan bebas dari risiko pangan berbahaya,” ujar Kepala Desa Tugu Selatan saat membuka kegiatan.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Puskesmas Cisarua, Tim Keamanan Pangan Desa yang terdiri dari Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa, serta para peserta kader dan komunitas masyarakat.
Peserta pelatihan kader berjumlah 5 orang yang terdiri dari kader masyarakat, kader keluarga, dan kader sekolah. Sementara itu, peserta komunitas berjumlah 17 orang yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, ibu rumah tangga, pelaku usaha ritel, pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), pelaku usaha pangan siap saji, serta perwakilan karang taruna putra dan putri.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi edukatif terkait keamanan pangan dan gizi masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi pencegahan stunting, Informasi Nilai Gizi (ING), konsep Isi Piringku, pembatasan konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL), serta penerapan 5 Kunci Keamanan Pangan pada lingkungan sekolah, keluarga, pangan siap saji, dan ritel.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai pencegahan keracunan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, pemanfaatan aplikasi keamanan pangan, serta edukasi Cek KLIK untuk pangan olahan terkemas dan Cek 4 Bebas untuk pangan siap saji sebagai sarana pengawasan pangan secara mandiri oleh masyarakat. Peserta diajak memahami pentingnya melakukan pengecekan Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa (KLIK) sebelum membeli atau mengonsumsi pangan olahan terkemas. Sementara itu, melalui edukasi Cek 4 Bebas pada pangan siap saji, masyarakat diingatkan untuk memperhatikan bentuk, bau, warna, dan rasa pangan guna mengenali ciri-ciri pangan yang aman dan layak dikonsumsi serta mewaspadai pangan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya atau mengalami kerusakan.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bahan informasi berupa poster dan flyer kepada perwakilan Tim Keamanan Pangan Desa. Bahan informasi tersebut diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi para kader dalam melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi keamanan pangan kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui paparan materi, pemutaran video edukasi, serta sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta. Berbagai pertanyaan dan pengalaman peserta terkait pengolahan pangan sehari-hari turut memperkaya diskusi selama kegiatan berlangsung.
Perwakilan kader, Ibu Helvy selaku kader sekolah, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut karena memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman baru terkait keamanan pangan. “Melalui kegiatan ini saya jadi memahami banyak hal baru, seperti cara melakukan proses thawing bahan pangan yang benar serta bagaimana menjaga keamanan pangan mulai dari penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian makanan. Materi yang diberikan sangat bermanfaat dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan sekolah,” ujar Ibu Helvy.
Setelah sesi utama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembimbingan kepada para kader sebagai persiapan pelaksanaan tahap fasilitasi keamanan pangan untuk komunitas yang akan dilaksanakan pada kegiatan berikutnya. Pembimbingan ini bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuk kader dan komunitas yang lebih sadar akan pentingnya keamanan pangan, gizi seimbang, serta mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan pangan yang aman dan sehat di Desa Tugu Selatan. (KAS)