Pembentukan TKPPOM Perketat Pengawasan Obat dan Makanan Bersama OPD Kota Bogor

21-06-2024 Balai POM di Bogor Dilihat 2168 kali

Bogor - Rabu (19 Juni 2024) - SEDAP (Silahturahmi, Diskusi, dan Edukasi dengan Aparatur Pemerintah) Balai POM di Bogor menghadiri undangan Dinas Kesehatan Kota Bogor. Pertemuan ini merupakan kegiatan lanjutan untuk menindaklanjuti hasil pertemuan tanggal 24 November 2022, perihal Pembentukan Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan Kota Bogor. 

Kegiatan ini berfokus pada pembinaan dan pengawasan obat dan makanan khususnya di kota Bogor yang dinilai masih belum efektif. Hal ini dikarenakan masih kurangnya kepedulian dari masyarakat terkait konsumsi obat dan makanan yang aman dan sehat. Sehingga diperlukan Tim Koordinasi Pembinaan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM) untuk meningkatkan efektifitas penyelenggaraan, pembinaan dan pengawasan obat dan makanan.

Dalam pertemuan dilakukan pembahasan yang meliputi penggunaan obat, bahan obat, obat tradisional, obat kuasi, kosmetik, suplemen kesehatan, pangan olahan dan bahan berbahaya yang berpotensi disalahgunakan. Pemerintah Kota Bogor dan juga Balai POM di Bogor tentunya akan terus bahu membahu dalam upaya melindungi masyarakat kota Bogor dari produk Obat dan Makanan yang dapat membahayakan kesehatan.

“Masyarakat tidak bisa kita lengah sedikit harus terus diedukasi karena sekarang ini makin banyak produk makanan yang mengandung bahan berbahaya” Ujar Ika Karmila, S.Si,Apt. 

Pada kesempatan selain Balai POM di Bogor dan Dinas Kesehatan Kota Bogor turut hadir Dinas Lintas Sektor terkait yang akan terlibat dalam TKPPOM yaitu: Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor; Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian; Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; Kepala Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia; Kepala Bagian Perekonomian.

“Dengan adanya SK TKPPOM merupakan bentuk komitmen kita untuk terus bekerjasama berkoordinasi agar bisa mengawal produk obat dan makanan dan juga lebih baik lagi dan optimal” tegas Ika dalam pertemuan yang sama. 

Melalui kegiatan ini diharapkan pengawasan Obat dan Makanan bisa semakin optimal. Masyarakat dapat semakin teredukasi, serta  menciptakan masyarakat yang sadar akan pentingnya keamanan obat dan makanan. 

Sarana