Pengawasan Ketat di Pasar Citeureup 1: Penutup Rangkaian Gebyar Pasar Pangan Aman di Kabupaten Bogor

24-02-2026 Balai POM di Bogor Dilihat 147 kali

Bogor (13/02/2026) - Aktivitas jual beli tetap ramai, namun suasana pasar terasa berbeda. Petugas melakukan sampling dan pengujian pangan langsung di lapak pedagang, masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan gratis, sementara edukasi keamanan pangan diberikan secara langsung kepada pengunjung. Kegiatan terpadu ini menjadi penutup rangkaian Gebyar Pasar Pangan Aman di Kabupaten Bogor.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi lintas sektor antara Balai POM di Bogor, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Perumda Pasar Tohaga, serta Puskesmas Citeureup.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan penilaian kondisi pasar serta pengawasan pangan segar dan pangan olahan. Sebanyak 12 sampel pangan olahan diambil secara acak dari pedagang, meliputi mie kuning, tahu, jelly, cincau, terasi, hingga aneka jajanan pasar. Sampel diuji menggunakan test kit untuk mendeteksi kemungkinan kandungan bahan berbahaya seperti rhodamin B, metanil yellow, formalin, dan boraks.

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor juga melakukan pengujian residu pestisida dan formalin pada komoditas pangan segar, seperti sayuran, ikan, dan daging ayam, guna memastikan produk yang dijual memenuhi persyaratan keamanan dan layak dikonsumsi masyarakat.

Pengawasan tidak hanya dilakukan melalui pengujian. BPOM juga melaksanakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada pedagang dan masyarakat mengenai cara memilih pangan yang aman, mengenali ciri pangan berbahaya, serta pentingnya membeli produk yang memenuhi persyaratan keamanan.  Masyarakat juga memperoleh manfaat langsung melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta program minyak goreng murah yang membantu pemenuhan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Kegiatan dibuka dengan arahan dari Anni Berseri K.H selaku Kepala Bidang Keamanan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh Riny Kusumawati selaku Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh instansi yang terlibat, termasuk BPOM, atas kolaborasi dalam melindungi masyarakat melalui pengawasan pangan terpadu. Gebyar Pasar Pangan Aman di Pasar Citeureup 1 menjadi penutup rangkaian kegiatan yang sebelumnya digelar bertahap, dimulai pada 11 Februari di Pasar Cariu, dilanjutkan pada 12 Februari di Pasar Cisarua, dan berakhir di Citeureup sebagai lokasi terakhir penyelenggaraan.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah bersama lintas sektor berharap pengawasan pangan semakin kuat, kesadaran masyarakat meningkat, dan pasar rakyat terus berkembang sebagai ruang perdagangan yang aman, sehat, dan terpercaya bagi semua.-KAS

Sarana