Pengawasan Takjil Ramadhan di Kabupaten Bogor, Balai POM di Bogor Bersama Lintas Sektor Pastikan Pangan Aman

09-03-2026 Balai POM di Bogor Dilihat 109 kali

Bogor (05/03/2026) - Dalam rangka melindungi masyarakat dari pangan yang tidak memenuhi ketentuan selama bulan suci Ramadhan, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bogor melaksanakan kegiatan pengawasan takjil di wilayah Kabupaten Bogor pada Kamis, 05 Maret 2026 mulai pukul 15.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dilaksanakan di sekitar halaman Kantor Bupati Bogor, Kabupaten Bogor, dengan melibatkan berbagai pihak lintas sektor.

Kegiatan pengawasan ini merupakan bagian dari program pengawasan pangan selama Ramadhan yang bertujuan untuk memastikan pangan olahan yang dijual kepada masyarakat, khususnya takjil, aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya yang dilarang digunakan dalam pangan.

Pada kegiatan tersebut, tim Balai POM di Bogor melakukan pembelian dan pengambilan sampel takjil dari para pedagang untuk dilakukan pengujian menggunakan rapid test kit melalui fasilitas Mobil Laboratorium Keliling. Sebanyak 19 sampel takjil telah di sampling dan diuji berdasarkan pendekatan sampling berbasis risiko untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow pada pangan yang dijual kepada masyarakat.

Selain melakukan pengujian sampel pangan, tim Balai POM di Bogor juga memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada para pedagang takjil terkait pentingnya menjaga keamanan pangan, penggunaan bahan yang aman, serta penerapan cara pengolahan pangan yang higienis. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pelaku usaha agar senantiasa menyediakan pangan yang aman dan bermutu bagi masyarakat.

Kegiatan pengawasan takjil ini dilaksanakan secara sinergis bersama Saka POM Kabupaten Bogor, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Puskesmas Karadenan, serta Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam melindungi masyarakat dari risiko pangan yang tidak aman, sekaligus memperkuat pengawasan pangan berbasis kolaborasi lintas sektor.

Partisipasi anggota Saka POM Kabupaten Bogor juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, khususnya dalam mendukung penyebarluasan informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilih pangan yang aman. Melalui peran generasi muda dalam Gerakan Pramuka, edukasi keamanan pangan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Melalui kegiatan pengawasan takjil ini, Balai POM di Bogor berharap masyarakat Kabupaten Bogor dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang karena pangan yang beredar telah diawasi keamanannya. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong para pedagang untuk semakin meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan keamanan pangan sehingga pangan yang disediakan bagi masyarakat tetap aman, sehat, dan berkualitas. -KAS-

Sarana