Bogor (6/2) – Perlindungan masyarakat dari risiko obat dan makanan yang tidak aman membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Balai POM di Bogor bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menggelar Audiensi Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan, Jumat 06 Februari 2026 di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.
Audiensi ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi, menyamakan persepsi, serta merumuskan langkah konkret dalam pembinaan dan pengawasan obat dan makanan yang berdampak langsung pada kesehatan dan keselamatan masyarakat Kabupaten Bogor. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor beserta jajaran serta Kepala Balai POM di Bogor dan jajaran, dan berlangsung dalam suasana dialog terbuka dan konstruktif.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menyampaikan apresiasi atas inisiatif Balai POM di Bogor dalam memperkuat koordinasi lintas sektor. Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya untuk mendukung pembinaan dan pengawasan obat dan makanan sebagai bagian integral dari upaya pembangunan kesehatan, termasuk dukungan terhadap pengendalian resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) dan perlindungan kelompok rentan. Dinas Kesehatan juga membuka ruang koordinasi langsung guna mendukung pelaksanaan kegiatan pengawasan di lapangan secara lebih efektif.
Sejumlah isu strategis dibahas dalam audiensi, antara lain penguatan koordinasi penanganan penyalahgunaan obat ilegal, pengendalian AMR melalui penggunaan antibiotik yang rasional di fasilitas pelayanan kesehatan, serta optimalisasi peran tenaga kesehatan dalam edukasi masyarakat. Selain itu, dibahas pula peran pengawasan obat dalam mendukung upaya penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang disinyalir melibatkan penyalahgunaan obat-obatan tertentu, baik sebagai pemicu perilaku kekerasan maupun sarana pelanggaran hukum.
Dalam paparannya, Kepala Balai POM di Bogor menyampaikan gambaran umum kondisi pengawasan obat dan makanan di Kabupaten Bogor, serta menekankan pentingnya pembentukan Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM) sebagai dasar penguatan peran pemerintah daerah. TKPPOM diharapkan dapat menjadi simpul koordinasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan UMKM, penguatan Kabupaten Pangan Aman, serta pelaksanaan program prioritas nasional seperti Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Risiko, dan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman.
Audiensi juga membahas dukungan pembinaan UMKM, pelaksanaan Program Ayo Buang Sampah Obat yang Benar (ABSO), penguatan pengawasan sarana produksi dan distribusi obat dan makanan, serta kolaborasi dalam penanganan kejadian terkait keamanan pangan, termasuk dukungan terhadap Program Makanan Bergizi Gratis.
Melalui audiensi ini, Balai POM di Bogor dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat komunikasi dan sinergi lintas sektor. Kolaborasi yang solid diharapkan mampu meningkatkan pengendalian AMR, menekan penyalahgunaan obat, serta berkontribusi pada penurunan berbagai risiko kesehatan dan sosial, termasuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, demi terwujudnya Kabupaten Bogor yang lebih aman, sehat, dan terlindungi.(KAS)