Sharing Session Akreditasi KAN: BPOM di Bogor Berbagi Pengalaman Penerapan ISO/IEC 17025 dengan Loka POM di Bangka Belitung

23-06-2026 Balai POM di Bogor Dilihat 69 kali

Bogor, Juni 2026 – Dalam upaya memperkuat laboratorium Badan POM RI, BPOM di Bogor diundang dalam kegiatan Sharing Session Akreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) oleh Loka POM di Bangka Belitung. Kegiatan ini dilakukan pada 24 Februari 2026 menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu Laboratorium berdasarkan standar ISO/IEC 17025:2017 bagi seluruh pegawai Loka POM di Bangka Belitung dengan narasumber dari Kepala Balai POM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm, M.Si bersama Ketua Tim Fungsi Pengujian.

Kegiatan dilaksanakan secara interaktif dengan menghadirkan tim laboratorium BPOM di Bogor yang telah melalui berbagai tahapan proses akreditasi, mulai dari persiapan dokumen, implementasi sistem mutu, audit internal, asesmen KAN, hingga penyelesaian tindak lanjut hasil asesmen (Corrective Action and Preventive Action/CAPA). BPOM di Bogor sendiri telah menyelesaikan seluruh tindak lanjut asesmen akreditasi dan menunggu penetapan resmi akreditasi dari KAN. 

Dalam sesi diskusi, peserta dari Loka POM Belitung memperoleh pemahaman mengenai strategi pemenuhan persyaratan ISO/IEC 17025:2017, pengendalian dokumen, validasi metode, jaminan mutu hasil pengujian, ketertelusuran pengukuran, serta pengelolaan risiko laboratorium. Berbagai tantangan yang dihadapi selama proses akreditasi juga dibahas sebagai pembelajaran bersama untuk mempercepat kesiapan laboratorium menuju pengakuan kompetensi yang diakui secara nasional dan internasional. 

Kepala BPOM di Bogor dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan sharing session merupakan bentuk kolaborasi antar Unit Pelaksana Teknis BPOM untuk mendorong peningkatan kapasitas laboratorium secara berkelanjutan. Melalui pertukaran pengalaman dan pengetahuan, diharapkan setiap UPT dapat membangun sistem mutu yang efektif serta menghasilkan data pengujian yang valid, andal, dan dapatdipertanggungjawabkan.

Sementara itu, perwakilan Loka POM Belitung menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan untuk belajar langsung dari pengalaman BPOM di Bogor. Kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat dalam memperkuat pemahaman personel laboratorium terhadap persyaratan akreditasi serta langkah-langkah strategis yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi asesmen KAN.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antar-UPT BPOM dalam mewujudkan laboratorium yang kompeten, berdaya saing, dan mampu mendukung pengawasan obat dan makanan yang efektif demi perlindungan kesehatan masyarakat. Sejalan dengan penguatan organisasi BPOM di daerah, termasuk peningkatan klasifikasi Loka POM Belitung menjadi Balai POM di Belitung, pengembangan kompetensi laboratorium menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan kualitas layanan pengawasan obat dan makanan.(RD)

Sarana