Strategi Kolaboratif Lintas Sektor dalam Penguatan Pengawasan Obat dan Makanan Menuju Indonesia Emas yang Sehat dan Berdaya Saing

30-10-2025 Balai POM di Bogor Dilihat 195 kali

Jakarta. (27/10/2025). Badan POM terus memperkuat kerja sama lintas sektor dan ekosistem kolaboratif guna mendukung perlindungan kesehatan masyarakat dan daya saing bangsa dalam rangka meningkatkan pengawasan Obat dan Makanan. Berbagai kerjasama telah dilakukan di dalam negeri, baik dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, asosiasi, dll. Oleh sebab itu, pada tanggal 27 Oktober 2025, Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan Workshop Kerja Sama Dalam Negeri (Workshop KSDN) Tahun 2025 dengan tema “Strategi Kolaboratif Lintas Sektor dalam Penguatan Pengawasan Obat dan Makanan Menuju Indonesia Emas yang Sehat dan Berdaya Saing”.

Workshop ini dilakukan secara hybrid, dengan peserta perwakilan Badan POM, UPT, Dinas Kesehatan. dan BRIN. Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Badan POM membuka kegiatan ini dengan menekankan pentingnya kerja sama terus ditingkatkan melalui sinergi kebijakan dan program dari berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan yang sama sesuai dengan tema workshop.

Pada kesempatan ini, Kepala Balai POM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm., MSi. dan Dr. Eko (BRIN) sharing terkait kerja sama hilirisasi hasil riset BRIN melalui GROW (Green Research and Opportunities With) BPOM. Melalui kerja sama ini, produk inovasi Obat dan Makanan BRIN dapat difasilitasi untuk dimanfaatkan oleh pelaku usaha, mulai dari sosialisasi PINTAR UMKM (Pendampingan Seputar UMKM), SISTER BPOM (Asistensi Regulasi) hingga memperoleh nomor izin edar. Jeffeta menyampaikan “GROW BPOM merupakan inovasi Balai POM di Bogor yang perlu dieskalasi ke pusat, agar pemanfaatannya dapat dirasakan lebih luas lagi”.

Materi lainnya dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dan BBPOM di Pontianak terkait kerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan pengendalian resistensi antimikroba/Antimicrobial Resistance (AMR) sehingga terwujud pengawasan Obat dan Makanan yang lebih efektif. Hasil dari workshop ini adalah memberikan inspirasi baik Badan POM dan UPT untuk meningkatkan peluang kerja sama, mendorong tumbuhnya inovasi dan kemandirian produk dalam negeri, dan melakukan strategi kolaborasi kerja sama dengan pemangku kepentingan. -EN

Sarana